Pages

Hosting

Big on Hosting. Unlimited Space & Unlimited Bandwidth

Monday, October 26, 2026

Polisi Bersama Masyarakat

Polisi Bersama Masyarakat JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.
 
View on Threads
 
Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut. Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya. Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban. Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah. Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut. Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera. Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut. Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban. https://detik.in/2026/10/26/polisi-bersama-masyarakat-2/?feed_id=240959&_unique_id=6adf74409bc7a

Polisi Bersama Masyarakat

Polisi Bersama Masyarakat JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.
 
View on Threads
 
Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut. Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya. Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban. Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah. Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut. Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera. Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut. Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban. https://detik.in/2026/10/26/polisi-bersama-masyarakat/?feed_id=240881&_unique_id=6adf70105227b

Polisi Bersama Masyarakat : Melindungi Mengayomi dan Melayani

Polisi Bersama Masyarakat JAKARTA - Di balik seragam yang dikenakan, seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, dan memastikan kehidupan berjalan dengan aman dan tenteram. Pengabdian tersebut bukan semata-mata tentang menjalankan tugas, melainkan juga menghadirkan rasa tenang bagi masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pesan mengenai makna pengabdian itu menjadi pengingat bahwa kehadiran polisi seharusnya tidak menimbulkan rasa takut, tetapi menghadirkan perlindungan, kepedulian, dan rasa percaya. Hubungan antara polisi dan masyarakat pun perlu dibangun melalui kedekatan, komunikasi, serta komitmen untuk saling menghormati.
 
View on Threads
 
Pada hakikatnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak kejahatan atau penyelesaian masalah yang terjadi di tengah masyarakat. Upaya pencegahan, pemeliharaan keamanan, dan pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari pengabdian tersebut. Pengabdian yang Dirasakan Masyarakat Makna keberadaan polisi dapat dilihat dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seorang ibu dapat mengantar anaknya ke sekolah dengan tenang, pedagang bisa mencari nafkah tanpa dihantui rasa takut, dan anak-anak dapat bermain dengan aman di lingkungan tempat tinggalnya. Situasi tersebut mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang. Namun, terciptanya rasa aman merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat yang tidak terlepas dari upaya berbagai pihak dalam menjaga ketertiban. Tidak semua masyarakat mengetahui siapa petugas yang berjaga atau melakukan pengamanan di lingkungan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang mungkin tidak pernah bertemu langsung dengan polisi yang bertugas menjaga keamanan di suatu wilayah. Meski demikian, kondisi masyarakat yang dapat menjalani aktivitas tanpa rasa khawatir menjadi salah satu gambaran penting dari keberhasilan pengabdian tersebut. Kebahagiaan seorang polisi tidak semestinya hanya diukur melalui penghargaan, pujian, atau pengakuan atas pekerjaannya. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin ketika masyarakat yang dilindungi dapat hidup dengan aman, tenteram, dan sejahtera. Membangun Kedekatan dan Kepercayaan Hubungan antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui kewenangan atau simbol pangkat, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, tindakan, dan pelayanan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kesediaan untuk mendengarkan aspirasi menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan tersebut. Polisi juga merupakan bagian dari masyarakat. Kehadirannya bukan untuk berdiri berseberangan dengan warga, melainkan bekerja bersama demi menjaga ketertiban dan keselamatan bersama. Karena itu, upaya menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat perlu terus dilakukan. Hubungan yang dilandasi kejujuran, kepedulian, dan rasa saling percaya dapat menjadi fondasi bagi terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis. Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, serta kemauan untuk bekerja sama dapat membantu mencegah terjadinya gangguan ketertiban. https://halodunia.net/polisi-bersama-masyarakat-melindungi-mengayomi-dan-melayani-2/?feed_id=439985&_unique_id=6adf5c5818b9e

Saturday, October 24, 2026

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Perkembangan Informasi Sedunia, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital

 

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Perkembangan Informasi Sedunia, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital

IMG-20261024-WA0308
  Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, beserta staf dan jajaran mengucapkan Selamat Memperingati Hari Perkembangan Informasi Sedunia yang diperingati pada 24 Oktober 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perkembangan informasi dan teknologi komunikasi dalam mendukung kemajuan, memperluas wawasan, serta membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi. Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan sikap kritis, tanggung jawab, dan kemampuan memilah informasi yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks. “Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi, selalu memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” ujar Kapolda Banten. Kapolda Banten juga menegaskan bahwa informasi yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, memperkuat literasi digital, serta tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan provokasi, fitnah, maupun informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. “Gunakan prinsip Baca, Tanya, Cek, dan Pastikan sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Mari kita bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab, sehingga perkembangan teknologi informasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” tambahnya. Kapolda Banten menekankan bahwa Polri terus berkomitmen memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal hoaks serta menjaga persatuan dan kesatuan. Melalui peringatan Hari Perkembangan Informasi Sedunia ini, Polda Banten berharap masyarakat semakin cerdas dalam berliterasi digital, mampu membedakan fakta dan informasi yang menyesatkan, serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan, menyebarkan kebaikan, dan mendukung kemajuan bangsa. (Bidhumas).
https://detik.in/2026/10/24/polda-banten-ucapkan-selamat-hari-perkembangan-informasi-sedunia-ajak-masyarakat-bijak-bermedia-digital/?feed_id=238541&_unique_id=6adcc23dd500d

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas 

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

  Wakapolda Banten Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat Melalui kegiatan tersebut, Wakapolda Banten ingin memastikan, bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi langsung, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Banten mengajak para jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial. Menurutnya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga sangat penting dalam mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah. “Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami berharap, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga bersama-sama kita mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Wakapolda Banten. Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mengaktifkan kembali kepedulian lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, Wakapolda Banten mengajak masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan, pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan. “Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita kedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan praktik pinjaman online ilegal. Ia mengajak, para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Wakapolda menegaskan, bahwa Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas. “Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Apabila ada permasalahan atau informasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian, silakan disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia. Sinergi dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan terkendali,” ungkapnya. Kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, juga menjadi wujud komitmen Polda Banten dalam memperkuat pendekatan humanis serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi secara langsung. Menutup kegiatan, Wakapolda Banten menyampaikan apresiasi. kepada pengurus Masjid Jami Al Mutoharo dan seluruh jamaah atas sambutan yang diberikan. Ia berharap, silaturahmi tersebut dapat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Mari kita jadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat Banten yang damai dan harmonis,” terang Wakapolda Banten.
https://detik.in/2026/10/24/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas-2/?feed_id=238463&_unique_id=6adcbdf8a91cf

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas 

Wakapolda Banten Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Jaga Kamtibmas

  Wakapolda Banten Brigjen Pol. Zain Dwi Nugroho melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Jami Al Mutoharo, Lingkungan Kabul, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan tersebut, menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat Melalui kegiatan tersebut, Wakapolda Banten ingin memastikan, bahwa kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan keagamaan, komunikasi langsung, dan kepedulian terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dalam kesempatan itu, Wakapolda Banten mengajak para jamaah untuk menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, saling menghormati, serta menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan sosial. Menurutnya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif, membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga sangat penting dalam mencegah potensi konflik serta menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dan musyawarah. “Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami berharap, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga bersama-sama kita mampu menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Wakapolda Banten. Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, keamanan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kerukunan antarwarga, mengaktifkan kembali kepedulian lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan. Selain itu, Wakapolda Banten mengajak masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan, pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang berpotensi memecah belah persatuan dan menimbulkan keresahan. “Masyarakat harus menjadi bagian dari upaya menjaga kedamaian. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari kita kedepankan komunikasi, dialog, dan musyawarah agar tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut mengingatkan, pentingnya peran keluarga dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, dan praktik pinjaman online ilegal. Ia mengajak, para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak, agar terhindar dari perilaku yang dapat merugikan masa depan mereka. Wakapolda menegaskan, bahwa Polri akan terus berupaya memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, ia mengajak warga untuk tidak ragu menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun kantor kepolisian terdekat apabila membutuhkan bantuan atau hendak menyampaikan informasi terkait situasi kamtibmas. “Kami mengharapkan dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan. Apabila ada permasalahan atau informasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian, silakan disampaikan melalui saluran pengaduan yang tersedia. Sinergi dan kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan terkendali,” ungkapnya. Kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, juga menjadi wujud komitmen Polda Banten dalam memperkuat pendekatan humanis serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan silaturahmi secara langsung. Menutup kegiatan, Wakapolda Banten menyampaikan apresiasi. kepada pengurus Masjid Jami Al Mutoharo dan seluruh jamaah atas sambutan yang diberikan. Ia berharap, silaturahmi tersebut dapat memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, serta mendorong tumbuhnya kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. “Dengan kebersamaan, kepedulian, dan komunikasi yang baik, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Mari kita jadikan kerukunan sebagai kekuatan untuk membangun masyarakat Banten yang damai dan harmonis,” terang Wakapolda Banten.
https://detik.in/2026/10/24/wakapolda-banten-brigjen-pol-zain-dwi-nugroho-ajak-masyarakat-perkuat-ukhuwah-dan-jaga-kamtibmas/?feed_id=238385&_unique_id=6adcb9b975045

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Perkembangan Informasi Sedunia, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital

 

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Perkembangan Informasi Sedunia, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Digital

IMG-20261024-WA0308
  Kepala Kepolisian Daerah Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan, beserta staf dan jajaran mengucapkan Selamat Memperingati Hari Perkembangan Informasi Sedunia yang diperingati pada 24 Oktober 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perkembangan informasi dan teknologi komunikasi dalam mendukung kemajuan, memperluas wawasan, serta membangun masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi. Kapolda Banten Irjen Pol. Hendra Kurniawan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan sikap kritis, tanggung jawab, dan kemampuan memilah informasi yang benar agar tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks. “Di era digital saat ini, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi, selalu memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” ujar Kapolda Banten. Kapolda Banten juga menegaskan bahwa informasi yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya memiliki peran penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, memperkuat literasi digital, serta tidak menggunakan media sosial untuk menyebarkan provokasi, fitnah, maupun informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. “Gunakan prinsip Baca, Tanya, Cek, dan Pastikan sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Mari kita bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab, sehingga perkembangan teknologi informasi dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” tambahnya. Kapolda Banten menekankan bahwa Polri terus berkomitmen memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat secara profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menangkal hoaks serta menjaga persatuan dan kesatuan. Melalui peringatan Hari Perkembangan Informasi Sedunia ini, Polda Banten berharap masyarakat semakin cerdas dalam berliterasi digital, mampu membedakan fakta dan informasi yang menyesatkan, serta menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan, menyebarkan kebaikan, dan mendukung kemajuan bangsa. (Bidhumas).
https://halodunia.net/polda-banten-ucapkan-selamat-hari-perkembangan-informasi-sedunia-ajak-masyarakat-bijak-bermedia-digital/?feed_id=433985&_unique_id=6adca5e0cf0ef

Friday, October 23, 2026

KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat. Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.
 
View on Threads
 
KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba https://detik.in/2026/10/23/kapolri-mendadak-diam-saat-azan-terdengar-di-tengah-konferensi-pers-narkoba/?feed_id=236279&_unique_id=6adb690ea8d2e

KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menghentikan sementara sambutannya saat suara azan berkumandang. Di tengah penyampaian sambutan, suara azan terdengar menandakan masuknya waktu salat. Suyudi lantas menghentikan pidatonya sejenak untuk mendengarkan azan. Setelah azan selesai berkumandang, Suyudi kembali melanjutkan sambutannya.
 
View on Threads
 
KAPOLRI MENDADAK DIAM! Saat Azan Terdengar di Tengah Konferensi Pers Narkoba https://halodunia.net/kapolri-mendadak-diam-saat-azan-terdengar-di-tengah-konferensi-pers-narkoba-3/?feed_id=426585&_unique_id=6adb56f297e71

Thursday, October 22, 2026

Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi Penataan Kawasan Rawan Narkoba

Kapolda Metro Jaya Dorong Edukasi Penataan Kawasan Rawan Narkoba

Jakarta, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartantomenegaskan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penindakan hukum. Edukasi masyarakat, penguatan ketahanan sosial, dan penataan lingkungan juga diperlukan untuk mencegah peredaran narkoba kembali terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan Dadang saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu (21/10/2026). Menurut Dadang, pemberantasan jaringan peredaran narkoba harus disertai langkah pencegahan yang melibatkan kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya pemberantasan narkoba memberikan hasil yang berkelanjutan. Ia menjelaskan, keterlibatan berbagai pihak penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mengurangi risiko munculnya kembali aktivitas peredaran narkotika. Selain penegakan hukum, pencegahan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pendidikan mengenai bahaya narkoba, pendampingan terhadap generasi muda, serta kepedulian warga dinilai menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan narkotika. Dadang menilai, partisipasi aktif masyarakat dapat membantu menjaga lingkungan agar tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat peredaran narkoba. Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap ancaman peredaran narkoba di lingkungan masing-masing. Ia menekankan bahwa pencegahan narkoba membutuhkan partisipasi masyarakat dan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelaku, tetapi juga memperhatikan faktor sosial dan kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung peredaran narkotika. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polda Metro Jaya mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman narkoba. Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Kerja Melayani Jakarta untuk menciptakan lingkungan yang aman sekaligus melindungi masa depan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkotika.(Ril)
https://detik.in/2026/10/22/kapolda-metro-jaya-dorong-edukasi-penataan-kawasan-rawan-narkoba-2/?feed_id=234173&_unique_id=6ad9fcfdded85