Pages

Showing posts with label IFTTT. Show all posts
Showing posts with label IFTTT. Show all posts

Wednesday, September 2, 2020

Inilah Sosok dengan Sebutan Tante ’’Pemersatu Bangsa’’

Top di Instagram, menjadi lebih populer lagi setelah jadi bintang tamu di podcast Gofar Hilman. Dijuluki sebagai Tante Pemersatu Bangsa, Ernie nyantai saja. IG-nya diikuti hampir satu setengah juta follower, sebagian besar adalah kaum pria. Para suami yang suka nge-like sambil sembunyi-sembunyi…

Tante masih cantik di usia 44 tahun, merasa awet muda?

Nggak juga. Karena banyak teman aku yang juga seumuran, bahkan lebih dari aku, tapi tetap cantik. Memang teman-teman aku itu orangnya aktif, pola hidup sehat, dan rajin berolahraga, jadi fit terus.

Suka dibilang kakak-adik kalau lagi jalan sama anak?

Iya. Seringnya (anak, Red) malah disangka berondong aku. Pernah lagi liburan ke Australia, sopir Uber yang aku dan anak pertamaku tumpangi bilang selamat honeymoon. Hahaha.

Bagaimana kiat Tante menjaga penampilan?

Jaga pola makan, kualitas dan jam tidur diperhatikan, pikiran yang positif, dan berolahraga.

Olahraga Tante apa?

Biasanya nge-gym di luar. Tapi, sejak pandemi, jadinya nge-gym di rumah aja. Kalau bosan, jalan dan lari di sekitar kompleks rumahku aja. Pokoknya sebisa mungkin sehari harus meluangkan waktu minimal satu jam untuk berolahraga.

Diet?

Aku memang udah jarang makan nasi. Paling satu atau dua sendok makan. Makanan lain seperti pasta juga aku masih makan, tapi porsinya sedikit. Sehari-hari aku lebih banyak konsumsi protein, sayur, ikan, dan ayam. Aku sih diet nggak berpatokan pada timbangan, tapi ukuran celana aku.

Perawatan yang paling membutuhkan biaya?

Muka. Karena yang paling pertama dilihat orang-orang saat bertemu adalah wajah.

Sebelum terkenal sebagai selebgram, apa pekerjaan Tante?

Ibu rumah tangga aja sih. Ngurus anak dan suami. Cuma ya karena memang aku suka foto-foto kalau lagi berlibur sama keluarga atau ngumpul sama teman, aku masukin Instagram. Aku jadi selebgram benar-benar nggak direncanakan. Tidak pernah upload foto dengan niat supaya jadi terkenal. Cuma iseng aja.

Punya follower banyak, apa manfaat yang paling dirasa?

Kalau dilihat dari sisi pekerjaan, akhirnya jadi dapat banyak endorse-an. Jadi, ada kerjaan sampingan selain jadi ibu rumah tangga.

Sekarang apa kesibukan Tante?

Lagi syuting untuk situasi komedi di GTV. Ini kali pertama aku ikut program TV.

Dijuluki sebagai Tante Pemersatu Bangsa, gimana rasanya?

Semua bergantung gimana kita melihatnya, dari sisi negatif atau positif. Kalau aku selalu lihat dari sisi positif, ya nggak apa-apa. Banyak laki-laki tahu-tahu bertemu teman lamanya di Instagram karena komen post aku. Terus ibu-ibu bilang aku adalah inspirasi mereka di tempat senam.

Suka lihat bapak-bapak berpenampilan muda?

Menurutku oke. Salah satu yang bisa bikin merasa lebih semangat hidup, ya memang dengan berpenampilan muda. Daripada merenungi umur, terus nggak lagi aware sama penampilan? Kan katanya usia hanya sebatas angka.


https://ift.tt/2DmkQay
from Halo Dunia https://ift.tt/3lJYmS8
via IFTTT

Dilarang, Warganet Bernama Anjay Ini Protes dan Jadi Sorotan

Kata “Anjay” tengah menjadi sorotan luas paska sebaran surat yang dikeluarkan Komisi Nasional Perlindungan Anak atau Komnas PA yang meminta masyarakat Indonesia untuk berhenti menggunakan kata tersebut. Kata “Anjay” dianggap ofensif dan merupakan kata yang diserap dari umpatan kasar yaitu “Anjing”.

Belakangan, seorang warganet yang mengaku memiliki nama panggilan Anjay, tampak tak terima dengan aturan tersebut hingga membuat klarifikasi di media sosial miliknya mengenai namanya.

Dibagikan kembali oleh akun Twitter @khusniahayati pada 31 Agustus, pemilik akun mengunggah gambar tangkapan layar akun Instagram milik teman kakaknya yang bernama Anjayna.

Dipanggil Anjay, pemilik akun Instagram ini menuliskan penjelasan mengenai namanya yang disebut memiliki makna yang bagus dibaliknya.

Warganet bernama Anjay. [Twitter]

“Tahu nggak sih, nama saya adalah Anjayna. Ini cuma nama depan. Orang-orang di sekitar saya memanggil saya Anjay. Kalau disuruh cerita nih ya, sebenernya nama depan saya ini berasal dari bahasa Arab, namun kayaknya sih memang hampir jarang diucapkan dalam percakapan makanya beberapa ornag kurang tahu,” tulis pemilik akun tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa kata tersebut diambil langsung dari Al-Qur’an tanpa ada perubahan struktur hurufnya, yaitu fa-anjaynaa-hu atau dalam ayat lain berbunyi fa-najjaynaa-hu, yang kurang lebih memiliki arti “Kami menyelamatkan”.

Pemilik akun tersebut pun memberikan contoh surat di dalam Al-Qur’an di mana ayat tersebut muncul.

“Untuk ejaan bisa apa saja Anjayna atau Anjaina karena itu masalah ejaan literasi saja sih menurutku… nah karena itu detik ini saya bakal berdiri dan bilang dengan lantang, ‘A’udzubillahi min media massa, nawaitu, Me vs Everybody in all of the world!’ wkwkwk anjaayy…” tambah pemilik akun Instagram tersebut.

Unggahan itu pun mendapat perhatian warganet, mengingat penggunaan kata “Anjay” masih menjadi sorotan.

“Plis lah woy, ini temen kakak gue namanya emang Anjay. Kesian tapi ngakak juga sampe bikin klarifikasi begini wkwk,” tulis akun @khusniahayati dalam kolom keterangan.

Cuitan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 2.400 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet. Bahkan, tak sedikit warganet yang juga memberikan contoh nama orang yang memiliki nama Anjay.

“Saudara aku juga namanya Anjaya, dipanggilnya Anjay. Sekarang lagi jadi bahan perbincangan di grup keluarga, katanya ‘Anjay anak bapak Tono mending kamu ganti nama, nanti dipenjara’. Nangis, padahal dia udah buat KTP,” tulis akun @androidakutu.

“Temen gue juga namanya Anjay. Gimana nanti kalau pas masuk sekolah diabsen sama guru, terus gurunya masuk sel,” komentar @ChahyaAlfi.

“Kalau nggak salah, dalam bahasa Sansekerta juga ada artinya, tidak terkalahkan,” tambah @Hamstaro_.

Anjay (Twitter)

“Saudara gue namanya Anjay Lulu, kita memang dari dulu manggilnya Anjay. Jadi sumpah mikir banget kalau sampe kata anjay dilarang, nanti dia ganti nama dong,” ungkap @disnaiy.

“Kasihan yang panggil nama dia ditangkap semua,” cuit @Riangga164.


https://ift.tt/2EHgmfy
from Halo Dunia https://ift.tt/34W9RQD
via IFTTT

Tak Selalu Buruk, Bakteri di Makanan dan Minuman Ini Justru Baik untuk Kesehatan

Halodunia – Bakteri selalu dikaitkan dengan hal yang tidak baik, seperti penyebab berbagai penyakit atau pemicu alergi.

Padahal ternyata tidak semua bakteri itu adalah bakteri jahat, lo. Sebenarnya ada jenis bakteri baik yang justru baik untuk kesehatan kita.

Seperti jenis bakteri yang bernama probiotik satu ini. Ia bisa berfungsi untuk melawan bakteri jahat yang masuk ke dalam tubuh kita, lo.

Yuk, cari tahu!

Probiotik

Tahukah kamu apa itu probiotik? Probiotik adalah bakteri baik yang hidup di usus kita.

Probiotik dipercaya memiliki efek besar pada kesehatan kita, lo.

Di pasaran, ada yang namanya suplemen probiotik. Namun lebih dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik daripada mengonsumsi suplemen.

Berikut ini makanan yang bisa kamu konsumsi jika ingin mendapatkan asupan probiotik.

1. Kimchi

Kimchi adalah makanan fermentasi. Kimchi merupakan makanan pendamping khas Korea.

Biasanya kimchi dibuat dari sayuran asin dan fermentasi seperti kol dan lobak dan dibumbui dengan bubuk cabai, jahe, dan bawang putih.

Menurut Becky Kerkenbush, anggota the Wisconsin Academy of Nutrition and Dietetics, kimchi bisa memberikan manfaat kesehatan seperti mengatur keseimbangan mikroflora di usus.

Selain itu, kimchi juga bisa mengurangi masalah perut seperti diare dan sembelit.

2. Yogurt

Di Indonesia, yogurt memang kurang populer untuk sarapan pagi. Namun, rupanya yogurt memiliki manfaat besar, lo.

Menurut Toby Amidor selaku penulisThe Healthy Meal Prep Cookbook, yogurt mengandung biakan hidup dan aktif termasuklactobacillus bulgaricus.

Lactobacillus bulgaricus mampu menghasilkan asam laktat yang membantu melawan bakteri buruk.

Toby Amidor juga merekomendasikan kita untuk mengonsumsi yogurt Yunani, yang memiliki lebih sedikit gula dan sodium.

Selain itu juga lebih banyak mengandung protein daripada jenis yogurt lainnya.

3. Kombucha atau Teh Jamur

Sebenarnya, yang satu ini bukan makanan, melainkan minuman.

Nah, teh yang sedikit bersoda dan asam ini tidak hanya mengandung probiotik, tetapi juga mengandung vitamin B.

Kandungan itu bisa membantu menopang sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko penyakit jantung, lo.

4. Tempe

Menurut Jamie Johnson dari Ingraining Nutrion, makanan yang terbuat dari kedelai difermentasi ini mengandung sejumlah manfaat kesehatan.

Manfaat itu di antaranya seperti protein yang membantu membangun dan memperbaiki otot.

Diungkapkan bahwa tempe bisa menjadi pengganti daging yang baik untuk hidangan apa saja.

Hal ini karenatempe adalah bahan yang sangat serbaguna dan cenderung cepat menyatu dengan rasa lain yang disajikan bersamanya.

Johnson juga menyarankan untuk menambahkan tempe dalam makanan seperti sup, hidangan tumis atau sandwich, atau sebagai pengganti daging dalam hidangan pasta.

5. Miso

Miso adalah pasta yang terbuat dari kedelai difermentasi. Makanan ini biasanya digunakan sebagai bahan utama dalam sup miso.

Stephanie McKercher pemilik The Grateful Grazer, sebuah laman yang menyediakan resep makanan sehat, mengatakan bahwa makanan ini adalah sumber mineral antioksidan yang baik seperti tembaga, mangan dan seng.

Dikatakan bahwa miso juga mengandung fitonutrien dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Kalau kita memakan lebih banyak miso, maka bisa mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang di antaranya termasuk stroke.

(Penulis: Rahwiku Mahanani)


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3bj6jsK
via IFTTT

Malam Ini Bulan Purnama, Hanya Terjadi 3 Tahun Sekali, Kok Bisa?

Halodunia – Fenomena Bulan purnama umumnya terjadi di sekitar tanggal pertengahan bulan. Namun, untuk bulan September ini, fenomena Bulan purnama justru terjadi di awal bulan.

Dilansir dari Live Science, Selasa (1/9/2020), fenomena Bulan purnama di awal bulan ini hanya terjadi setiap tiga tahun sekali.

Pada September 2021 maupun 2022 mendatang, Bulan purnama akan terjadi di pertengahan bulan.

“Sebaliknya ia (bulan purnama di awal bulan) akan kembali terjadi pada awal September 2023,” kata astronom amatir Marufin Sudibyo kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2020).

Marufin berkata bahwa berulangnya fenomena bulan purnama di awal bulan setiap tiga tahun sekali ini disebabkan oleh adanya perbedaan durasi kalender Gregorian dengan kalender Bulan.

Untuk diketahui, kalender Gregorian atau biasa juga disebut dengan kalender Gregorius merupakan kalender yang paling banyak dipakai di dunia barat. Kalender ini berbasis pada periode tropis Matahari.

Nah, periode tropis Matahari ini adalah rentang waktu yang dibutuhkan Matahari untuk bergerak dari sebuah titik Aries (vernal ekuinoks) menuju titik Aries berikutnya yang bersebelahan.

“Derivasinya ke dalam kalender menghasilkan durasi 365 hari atau 366 bila kabisat,” ujarnya.

Sebaliknya, dalam kalender bulan, basisnya adalah periode sinodik Bulan.

Ini dimaksukan sebagai rentang waktu yang dibutuhkan Bulan untuk bergerak dari sebuah titik konjungsi ke titik konjungsi berikutnya yang bersebelahan.

“Periode sinodik itu rata-rata 29,5 hari,” kata dia.

Sehingga, derivasinya dalam kalender Hijriyah akan menghasilkan durasi 354 hari atau 355 hari bila kabisat.

Maka, tahun hijriyah selalu lebih cepat 10-11 hari dibanding tahun Gregorian.

Lebih spesifik lagi, 36 bulan kalender Gregorian relatif setara dengan 37 bulan kalender hijriyah.

Mengingat durasi bulan kalender Gregorian umumnya 30 atau 31 hari, maka dapat diperhitungkan bahwa dalam sekitar tiga tahun, sebuah fenomena fase Bulan seperti purnama atau perbani akan berulang pada tanggal yang sama atau berdekatan bagi kalender Gregorian.

“Inilah penyebabnya kenapa berulang setiap 3 tahun,” ujarnya.

Sebagai catatan, fenomena Bulan purnama di awal bulan ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia, dan tidak memiliki dampak tertentu apapun.

Penulis: Ellyvon Pranita Editor: Shierine Wangsa Wibawa


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2ETK9Bg
via IFTTT

Tidur Siang Bisa Tingkatkan Risiko Kematian Dini 19 Persen

Halodunia – Bagi sebagian orang, tidur siang merupakan kebiasaan yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi, di antara para peneliti terjadi pro dan kontra terhadap manfaat tidur siang bagi kesehatan fisik dan mental.

Studi terbaru termasuk yang mengatakan bahwa tidur siang memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Studi berupa penelitian meta-analisis tersebut hasilnya dipresentasikan di pertemuan tahunan Europan Society of Cardiology, belum dipublikasi.

Para penelitinya yang berasal dari Universitas Kedokteran Guangzhou, Cina, membagikan temuan awalnya yang menunjukkan bahwa tidur siang lebih dari satu jam dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kematian dini pada seseorang.

Menurut salah satu peneliti, Dr. Zhe Pan, temuan pada penelitian itu merujuk pada penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa tidur siang terlalu lama dapat menyebabkan peningkatan peradangan, tekanan darah tinggi, dan diabetes.

Studi Pan dkk mengamati 20 penelitian sebelumnya tentang tidur siang, penyakit jantung, dan risiko kematian. Selain itu, mereka juga mendata sebanyak 313.651 partisipan di mana 39 persennya mengaku tidur siang secara teratur.

Hasilnya, penelitian itu menyimpulkan orang yang tidur siang selama 60 menit bahkan lebih berisiko kematian dini lebih tinggi hingga 30 persen. Selain itu, orang yang tidur siang dalam waktu lama juga lebih berisiko 34 persen terkena penyakit jantung dibanding orang yang tidak melakukannya.

Secara keseluruhan, penelitian tersebut mengaitkan tidur siang durasi lama dengan peningkatan risiko kematian dini sebesar 19 persen. Hubungan tersebut lebih terlihat pada perempuan dengan risiko yang meningkat 22 persen. Sedangkan berdasarkan usia, partisipan yang lebih tua risiko kematiannya meningkat sebesar 17 persen.

“Hal tersebut bisa saja terjadi akibat mengganti kekurangan tidur malam dengan tidur siang,” kata Pan dkk. Namun, penelitian itu menemukan hubungan yang sebaliknya jika tidur siang kurang dari satu jam, yakni dapat meningkatkan kesehatan jantung pada orang yang kurang tidur malam.

Zhe Pan, dengan temuannya itu, menentang penelitian sebelumnya mengenai manfaat tidur siang. Dia mengatakan bahwa penelitiannya tersebut berusaha menentang pendapat umum yang menilai tidur siang dapat mengatasi utang tidur di waktu malam. “Studi kami menentang pendapat yang banyak dipegang ini,” ujar Zhe Pan.

Sementara itu, sebuah penelitian yang dipaparkan dalam pertemuan ilmiah tahunan ke-68 American of Cardiology di New Orleans, Amerika Serikat, pada 2019 lalu, menyebutkan bahwa orang yang tidur siang cenderung mengalami penurunan tekanan darah. Pada 60 menit tidur siang, tekanan darah sistolik turun rata-rata 3 mmHg dalam 24 jam.

Tidur siang disimpulkan memiliki kemampuan menurunkan tekanan darah hampir setara dengan obat anti-hipertensi. “Tidur siang dapat menurunkan tekanan darah dengan besaran yang sama dengan perubahan gaya hidup lain seperti mengurangi asupan garam dan minuman beralkohol,” ujar Manolis Kallstratos, ahli jantung dari Asklepieiom General Hospital di Voula, Yunani.

Penelitian yang dilakukan Kallistratos sendiri melibatkan 212 partisipan dengan tekanan darah rata-rata 129,9 mmHg. Para partisipan sendiri berusia 62 tahun atau lebih dan setengahnya merupakan perempuan.

Semantara itu, Direktur Medis Hopkins Sleep Disorders Center, Dr. Charlene, mengatakan tidur siang merupakan hal yang baik, namun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. “Perlu dilakukan sesuai konteks orang tersebut dan siklus tidur tubuhnya sendiri,” ujar Charlene.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2F0ZkZf
via IFTTT

Mau Tahu Cara Nonton Film di Netflix Tanpa Pakai Akun ?

Halodunia – Jika sebelumnya pengguna dapat mendaftar untuk uji coba gratis untuk menonton konten di Netflix, kini menonton film atau acara TV di Netflix dapat dilakukan tanpa harus membuat akun. Hal ini dibuat agar pengguna bisa lebih muda untuk mencoba platform streaming ini.

Dilansir dari GSM Arena, Rabu, 2 September 2020, kini pengguna Netflix dapat menonton film dan acara TV favorit tanpa harus membuat akun terlebih dahulu. Caranya cukup kunjungi halaman Netflix menggunakan browser desktop atau di ponsel Android, untuk iOS tidak didukung karena ada beberapa alasan.

Namun perlu diperhatikan bahwa menonton gratis tanpa akun ini hanya berlaku untuk episode pertama acara TV yang ditonton. Jadi jika tertarik untuk menonton episode selanjutnya, maka pengguna harus membuat akun terlebih dahulu. Selain itu, nonton gratis tanpa akun ini juga tidak dapat digunakan melalui aplikasi Netflix di ponsel atau smart TV,hanya bisa melalui browser.

Berikut adalah acara TV dan film yang dapat anda saksikan di Netflix secara gratis tanpa harus membuat akun.

Acara TV

  • Stranger Things
  • Elite
  • Boss Baby
  • When They See Us
  • Love is Blind
  • Our Planet
  • Grace and Frankie

Film

  • Murder Mystery
  • Bird Box
  • The Two Popes.

line today


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2QLcEDJ
via IFTTT

Wanita Ini Ngaku Kalau Dirinya Bisa Panggil Arwah dari Putri Diana!

Halodunia – Seorang wanita asal Australia yang diketahui bernama Lizzy Rose menjadi perbincangan di dunia maya karena pengakuannya yang menurut banyak orang sangat aneh yaitu dirinya mengaku bahwa dia bisa memanggil arwah dari Putri Diana yang sudah meninggal sejak tahun 1997 tersebut.

Sebuah unggahan di media sosial Facebook miliknya, Lizzie mengatakan bahwa dirinya ingin mencoba berhenti dari media sosial karena dia ingin melakukan ritual pemanggilan arwah dari Putri Diana. Kemudian, dia juga mengatakan hal ini dilakukan oleh dirinya karena secara tiba-tiba dia mendapatka sebuah ‘energi’ untuk melakukan hal tersebut.

Lizzy memiliki profesi sebagai seorang pendeta juga mengatakan bahwa dirinya bisa memanggil arawah Putri Diana melalui pembacaan kartu tarot. Dia mengaku bahwa beberapa kali dirinya pernah memanggil arwah Putri Diana dan berbicara dengannya.

“Aku telah sering bekerja di bawah pengaruh energi Putri Diana yang ‘hidup’ sejak kematiannya,” tulis Lizzy di dalam akun media sosial facebook.

Ketika melakukan pemanggilan arwah yang dilakukan Lizzy pada 31 Agustus 2020 yang lalu, dia mengajuk 33 pertanyaan yang diambil dari pertanyaan pengikut media sosial. Pertanyaan yang diajukan sangat beragam, mulai dari apakah sang putri masih hidup hingga pendapat Putri Diana mengenai Meghan Markle.

“Jawaban dari pertanyaan ini akan direkam dan diterjemahkan ke daam video dan akan aku rilis di media sosialku,” lanjut Lizzy.

Ritual pemanggilan arwah ini dilakukan Lizzy setiap hari Senin malam. Dan entah kebetulan atau enggak, ritual pemanggilan Lizzy pada hari Senin di bulan Agustus yang lalu bertepatan dengan bulan purnama. Hal ini yang membuat ritual tersebut terasa lebih lama dan menantang dari segi fisik.

Tentu hal ini memancing reaksi dari para warganet, banyak yang percaya dan enggak. Kabarnya, Lizzy pernah tersandung kasus mengenai teori konspirasi dan juga pernyataannya yang mengatakan bahwa virus covid-19 enggak valid kebenarannya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya enggak percaya dengan vaksin corona dan membakar sebuah masker wajah.

Aduh, ada-ada saja ya, Beauty. Apakah kamu tim yang percaya atau enggak, nih?

line today


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3hRMtrd
via IFTTT

Pro Kontra Bioglass yang Perlu Anda Tahu

Mungkin Anda pernah mendengar tentang Bioglass yang diklaim memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Atau, mungkin Anda sudah membelinya? Apakah manfaat bioglass benar-benar ada bagi kesehatan?, Bioglass telah marak dijual, baik itu ditawarkan secara langsung oleh agennya atau pun dijual di berbagai laman belanja daring.

Bioglass Diklaim Bisa Sembuhkan Segala Penyakit

Ilustrasi bakteri dan virus (Foto: Shutterstock)Bioglass adalah sebuah lempeng kaca bundar yang dapat memancarkan energi skalar positif dalam radius 5 meter ke segala arah. Bioglass diklaim telah banyak digunakan di berbagai negara, seperti Jerman dan Australia dalam bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan. Namun demikian, beberapa sumber menyebutkan bahwa Bioglass yang dijual ini diproduksi di Korea.

Bioglass terbuat dari kaca Amiran yang dikombinasi dengan 13 mineral alami yang dibuat dengan teknik khusus sehingga dapat memancarkan energi positif selama 20 tahun yang dapat bermanfaat positif untuk kesehatan tubuh. Energi tersebut diklaim dapat self healing atau menyembuhkan dirinya sendiri.

Banyak sekali klaim manfaat Bioglass untuk kesehatan. Rasanya hampir semua penyakit diklaim dapat disembuhkan oleh Bioglass ini.

Bioglass dikatakan dapat membersihkan racun di dalam tubuh, melancarkan sembelit, mempercantik kulit, menyembuhkan autisme dan ayan, menghindari pengeroposan tulang, serta menyembuhkan penyakit diabetes, sakit kepala, influenza, penyakit jantung koroner, stroke, mag, ginjal, hipertensi, berbagai jenis kanker, asam urat, dan ambeien


https://ift.tt/3lF6enX
from Halo Dunia https://ift.tt/31OuQTn
via IFTTT

Pengertian dan Karakteristik Sosiologi

Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu ”socius” dan ”logos”. Socius artinya teman, dan logos artinya berbicara, mengajar, atau ilmu. Jadi, secara etimologis sosiologi berarti ilmu tentang teman. Sosiologi sebagai ilmu lahir pada abad XIX. Pelopornya seorang ahli filsafat Prancis bernama Auguste Comte (1798–1857). Dalam karyanya yang berjudul Course of Positive Phylosophy (1844), Auguste Comte menyebut kajian tentang kehidupan sosial manusia dengan kata sosiologi. Bangsa Barat memberinya gelar Bapak Sosiologi Modern.

Konsep dasar sosiologi terdapat dua pengertian dasar, yaitu sosiologi sebagai ilmu pengetahuan dan sebagai metode. Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan berarti sosiologi merupakan kumpulan pengetahuan mengenai kajian masyarakat dan kebudayaan yang di susun secara sistematis dan logis. Sosiologi sebagai metode berarti sosiologi merupakan cara-cara berpikir untuk mengungkapkan realitas sosial dalam masyarakat dengan prosedur dan dan teori yang dapat dipertanggjawabkan secara ilmiah.

A. Pengertian Sosiologi
Karena manusia yang menjadi objek kajian sosiologi itu bersifat dinamis, maka para pemikir dapat meninjaunya dari berbagai sudut pandang. Lahirlah berbagai definisi tentang sosiologi.

  1. Peter L. Berger seperti dikutip oleh Paul B. Horton dan Chester L. Hunt (1999). Dia mengatakan bahwa sosiologi itu ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
  2. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (1964). Beliau berdua membatasi pengertian sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.

Sedangkan Pitirim A. Sorokin seperti dikutip oleh Soerjono Soekanto (1989) menjelaskan bahwa sosiologi adalah:

  1. Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala nonsosial. Contoh: pengaruh iklim terhadap watak manusia, dan lain-lain.
  2. Ciri-ciri umum dari semua jenis gejala atau fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat.
  3. Hubungan maupun pengaruh timbal balik antara berbagai gejala sosial. Contoh: gejala ekonomi dengan agama, hukum dengan ekonomi, dan lain-lain.

B. Karakteristik Sosiologi
Menurut Harry M. Johnson seperti dikutip oleh Soerjono Soekanto (1989), karakteristik keilmuan sosiologi itu sebagai berikut.

  1. Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi itu mendasarkan diri pada observasi dan penalaran, bukan atas dasar wahyu atau hasil spekulasi.
  2. Sosiologi bersifat teoretis, artinya sosiologi berusaha memberi ikhtisar (summary) yang menunjukkan hubungan pernyataan atau proposisi-proposisi secara logis.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibangun atas dasar teori yang sudah ada. Teori-teori baru yang lebih benar dan lebih luas, pada dasarnya merupakan penyempurnaan teoriteori yang sudah ada.
  4. Sosiologi nonetis, artinya sosiologi bukan ajaran tentang tata susila. Para sosiolog tidak membicarakan apakah suatu tingkah laku sosial itu baik atau buruk. Tugas seorang sosiolog adalah mengungkap atau menerangkan tindakan sosial sebagai fakta sosial.

3. Cabang-Cabang Sosiologi
Sosiologi dipandang sangat penting dan efektif dalam mencari, menemukan, dan menjelaskan gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Muncullah cabang-cabang sosiologi yang lahir dari proses saling mengisi antara sosiologi dengan ilmu-ilmu lain. Beberapa cabang sosiologi antara lain sebagai berikut.

  1. Sosiologi politik.& Istilah sosiologi politik berasal dari dua kata, yaitu sosiologi dan politik. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, kelompok-kelompok sosial, dan tingkah laku individu baik individual maupun kolektif dalam konteks sosial. Politik atau ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan sebagai konsep inti.
  2. Sosiologi hukum. Sosiologi hukum adalah ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya secara empiris analitis. Sociology af the law – Menjadikan hukum sebagai alat pusat penelitian secara sosiologis yakni sama halnya bagaimana sosiologi meneliti suatu kelompok kecil lainnya.
  3. Sosiologi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah studi mengenai bagaimana institusi publik dan pengalaman individu memengaruhi pendidikan dan hasilnya. Studi ini lebih mempelajari sistem sekolah umum di masyarakat industri modern, termasuk perluasan pendidikan tinggi, lanjut, dewasa, dan berkelanjutan.
  4. Sosiologi agama. Sosiologi agama adalah ilmu yang membahas tentang hubungan antara berbagai kesatuan masyarakat, perbedaan atau masyarakat secara utuh dengan berbagai system agama, tingkat dan jenis spesialisasi berbagai peranan agama dalam berbagai masyarakat dan system keagamaan yang berbeda.
  5. Sosiologi keluarga. Sosiologi keluarga adalah ilmu yang mengkaji tentang realitas sosiologis dari interaksi, pola, bentuk dan perubahan dalam lembaga keluarga, juga pengaruh perubahan/pergeseran masyarakat terhadap keluarga dan berpengaruh sistem dalam keluarga terhadap masyarakat secara umum.
  6. Sosiologi kesenian. Sosiologi kesenian adalah cabang sosiologi yang membahas hubungan gejala – gejala kemasyarakatan dengan seni.
  7. Sosiologi ekonomi. Sosiologi ekonomi adalah cabang sosiologi yang membahas hubungan gejala-gejala kemasyarakatan dengan ekonomi.

Dalam perkembangan mutakhir muncul cabang-cabang baru sosiologi, yaitu sosiologi budaya, sosiologi industri, sosiologi masyarakat perkotaan, sosiologi masyarakat pedesaan, sosiologi pariwisata, dan sosiologi pembangunan. Mengingat sosiologi dapat saling mengisi dengan ilmu-ilmu lain, maka dimungkinkan munculnya cabang-cabang baru sosiologi.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/2EJ1kWC
via IFTTT

Pameran Lukisan Nuwun Sewu Hadirkan Karya Seniman secara Offline

Di masa pandemi corona pada umumnya gelaran acara digelar secara online melalui webinar atau live Instagram dan Youtube serta media sosial (medsos) lainnya. Berbeda dengan pameran lukis Nuwun Sewu yang digelar offline di Gedung Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera).

Meskipun digelar secara offline, pameran ini tetap tampak sepi pengunjung, lantaran gedung yang dipakai sempat tutup 10 tahun dan baru dipakai kembali ketika ada pameran tersebut.

“Bisa jadi sebagai awalan pameran seni di Surabaya, sebagai penanda kalau Gedung Aksera masih beroperasi. Saat ini ingin dihidupkan kembali sebagai wadah unjuk gigi para seniman,” ujar Ketua Komunitas Jajan Pasar Yunus Jubair, Selasa (1/9).

Menurutnya, pameran Nuwun Sewu tersebut sebagai pameran yang digelar secara offline di masa pandemi seperti saat ini. Nuwun sewu sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti ‘permisi’. Ini menandakan bahwa pameran merupakan pembuka atau awalan.

“Kalau menunggu pembenahan selesai, akan terlalu lama. Maka kami memilih untuk menggelar pameran sekaligus membenahi beberapa bagian agar publik tahu kalau tempat ini sudah dibuka dan bisa digunakan untuk berkesenian,” kata Yunus.

Maka dari itu, dirinya membuat pameran ini tanpa pembukaan. Karena di pembukaan itulah potensi orang berkerumun lebih tinggi. “Kalau dilihat-lihat, sebetulnya pengunjung pameran tidak pernah banyak atau bahkan sampai berkerumun,” imbuhnya.

Pameran Nuwun Sewu menampilkan puluhan karya dari 11 pelukis Surabaya, tanpa ada tema khusus untuk lukisan yang tampil. Ada berbagai lukisan yang ditampilkan, seperti surealis, gambar profil seseorang, abstrak dan masih banyak lainnya. “Bila tidak mengadakan pameran seperti ini, para seniman tidak akan bisa hidup,” pungkasnya.


https://ift.tt/31S9moJ
from Halo Dunia https://ift.tt/3jEgDhS
via IFTTT

Alergi Tiba-Tiba Kambuh Bisa Picu Sesak Nafas

Alergi terkadang tiba-tiba kambuh tanpa disadari bagi penderitanya. Yang mana tubuh atau area tertentu akan terasa gatal, kemerahan hingga kulit tampak pecah-pecah.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS Adi Husada Undaan Wetan Surabaya dr Liana Verawaty M Biomed SpKK mengatakan, jika alergi tidak segera ditangani dengan baik, maka yang terjadi dapat menimbulkan rasa sesak napas. Meskipun penderitanya tidak memiliki riwayat asma.

“Alergi bisa sampai asma, alergi macam-macam yang diserang. Mulai dari kulit, mukosa (mata, bibir, Red), saluran pernafasan yang paling parah. Bisa sampai sesak nafas nggak hanya orang yang punya asma kalau alergi parah bisa sampai sesak,” katanya.

Jika sudah timbul rasa sesak napas, salah satu cara untuk mengatasinya yaitu segera diberi pertolongan ke rumah sakit. Pasien dibawa ke IGD kemudian diberikan suntik alergi untuk meredakan keluhan pada pasien. “Segera dibawa ke IGD (jika sesak nafas), kalau kedua matanya sudah bengkak juga harus segera dibawa (ke IGD, Red). Disuntik alergi. Kalau masih di rumah mesti diobat anti alergi,” ujarnya.

Liana menyampaikan, alergi memiliki macam-macam penyebab, selain makanan salah satunya terhadap suhu. Rupanya, seseorang bisa timbul alergi pada suhu yang terlalu panas atau dingin. “Klinisnya ke kulit, gatal, merah, kulit pecah-pecah (kulit telapak kaki) dari udara dingin ke panas kulitnya tidak tahan. Bibir pun juga,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan, alergi itu berhubungan dengan daya tahan tubuh. Jika orang tersebut memiliki imunitas baik, seperti rajin olahraga akan tidak mudah alergi. Berbeda dengan orang yang tidak pernah berolahraga dan memiliki imun kurang baik akan mudah alergi.

“Supaya nggak gampang alergi harus rajin olahraga, gaya hidupnya diubah menjadi lebih sehat, makan sayuran, buah-buahan yang mengandung vitamin C dan E. Penggunaan pelembab juga penting terutama untuk hawa dingin, seperti habis mandi kelembaban kulit dijaga. Air suhu biasa tidak dingin atau panas,” jelasnya.

Ada pun alergi terhadap keringat pada tubuhnya sendiri. Untuk menghindari hal tersebut dapat menggunakan baju berbahan katun dan mandi rutin dua sampai tiga kali dalam sehari.

Liana menjelaskan, alergi itu bisa bersifat akut dan kronis. Dermatologis akut berupa merah, bengkak hingga melepuh tetapi ada rasa gatal. Sedangkan kronis bisa terjadi penebalan kulit, pecah-pecah seperti kulit bergaris-garis. “Tapi kalau alergi ada penyebabnya, gimana caranya mengobati harus tahu alerginya apa,” ucapnya.

Tiba-tiba seseorang alergi makanan juga bisa karena daya tahan tubuh tidak bagus. Sebab, alergi bisa muncul melalui proses imunologis. Agar bisa menangani alergi sendiri di rumah dan tidak menjadi parah, sediakan obat anti gatal hidrokortison. Tetapi, untuk penanganan lebih lanjut ke dokter kulit.

“Bisa jadi, saat ini makan tidak apa-apa, tapi jadi terkumpul dan suatu saat bisa keluar alerginya. Misalnya dulunya tidak apa-apa makan udang sekarang jadi alergi itu bisa saja. Kalau udang bisa nggak bersih atau fresh,” pungkasnya.


https://ift.tt/3gTDbJP
from Halo Dunia https://ift.tt/2YSW3m7
via IFTTT

Uji Coba Timnas Kroasia, Mang Tri Harap Piala Asia U-19 Tak Diundur

Hari ini Timnas U-19 menjajal Timnas Kroasia dalam laga uji coba dengan format turnamen. Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong sempat mengutarakan kepada para pemain agar siap-siap saja kalah besar.

Pasalnya, dari kekalahan itu bisa membuat semua pemain belajar dari kesalahan. Disinggung mengenai Timnas Kroasia, bek Bali United yang kini berseragam Timnas Indonesia Komang Tri Artha Wiguna masih belum bisa berkomentar terlalu banyak.

Tapi, dia yakin Timnas U-19 akan berjuang agar tidak kalah dengan mudah. “Kalau tentang ini (Timnas U-19), saya belum bisa berkomentar karena saya buta kekuatan Kroasia.

Tapi saya yakin saya dan teman-teman yang sudah berjuang selama ini untuk tidak boleh kalah dengan mudah,” kata Mang Tri – sapaan akrabnya.

Mang Tri, Irfan jauhari, Komang Teguh Trisnanda, dan kolega akan berada di Kroasia selama satu bulan. Tapi bisa saja lebih lama lagi karena ada AFC berencana untuk menunda Piala Asia U-19 di Uzbekistan.

Untuk hal ini, Mang Tri agar Piala Asia U-19 tidak diundur. “Saya dengar informasi katanya kemungkinan besar (Piala Asia U-19) diundur.

Tapi saya berharap semoga tidak diundur. Kalau seandainya diundur, tidak masalah juga bagi saya. Saya tetap bisa fokus berlatih,” tutupnya.


https://ift.tt/3lJcN9e
from Halo Dunia https://ift.tt/3gUKC3k
via IFTTT

Mengenal Pohon Intaran yang Dipercaya Bantu Sembuhnya Covid-19

Pandemi Covid-19 terus meluas dan masih sulit untuk dikendalikan. Himbauan untuk menggunakan masker bila di luar rumah, cuci tangan sesering mungkin dan jaga jarak terus digaungkan guna menekan penyebaran Korona. Kini, ramai diperbincangkan pohon Intaran untuk mencegah, bahkan mengobati orang yang terinfeksi Covid-19.

Peneliti lontar, Sugi Lanus menjelaskan, pohon intaran yang mudah ditemukan di pinggir jalan ini bisa dimanfaatkan mulai bagian kulit, daun, biji hingga pucuknya untuk menjaga kesehatan. Seperti anti inflamasi, anti bakteri, anti jamur, pencuci darah, detok dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Daun intaran paling mudah diolah untuk memberikan khasiat pada kesehatan tubuh. Memang, rasa daun intaran sangat pahit. Namun, daun pucuk intaran bisa dimakan dua sampai tiga lembar setiap hari tepatnya di pagi hari untuk tetap menjaga tubuh agar fit.

“Sedangkan untuk loloh, teknis penyajiannya, ambil daun intaran muda sekitar 28-30 lembar. Kemudian direbus dengan satu gelas air. Selanjutnya air rebusan itu diminum. Itu bagus untuk membersihkan darah, detox dan menjaga kekuatan imun tubuh,” ujarnya seperti dikutip Bali Express.

Baca Juga: Bioglass MCI berikan fakta dalam hal kesehatan

Pembuktian loloh don intaran ini dilakukan seorang mantan pekerja kapal pesiar yang dinyatakan positif. Dia pun tidak memiliki gejala serta penyakit penyerta. Berulang kali dilakukan tes swab, hasilnya tak berubah menjadi negatif. Sehingga ia harus menjalani perawatan dan mengikuti anjuran untuk melakukan karantina.

Ketut Adi pun menceritakan perjalanannya datang dari luar negeri dan melakukan karantina. Saat itu pada tanggal 8 Maret 2020 ia tiba di Bali dan atas kesadaran diri sendiri melakukan karantina mandiri di sebuah hotel di Denpasar dengan biaya sendiri.

“Setelah dua minggu itu saya pulang. Tapi saya masih belum yakin. Lalu saya rapid lagi ke RSPTN Unud tanggal 24 Maret untuk memastikan lagi. Hasilnya reaktif. Ditu be tiang langsung tangkepe langsung meswab (saat itu juga saya langsung di karantina dan langsung di swab). Setelah itu nunggu 2 hari hasilnya positif ternyata, langsung stay disana,” tuturnya.

Ketika menjalani karantina, Ketut Adi beberapa kali menjalani tes swab. Saat itu Ketut akan diperbolehkan pulang apabila selama karantina menunjukkan hasil negatif setelah dua kali swab. Namun nasib berkata lain. Hasil swab kedua yang dilakukan tak pernah menunjukkan hasil negatif.

Karena hasil swab yang terus berubah-ubah ia pun mencoba untuk meminum ramuan jamu nimba atau loloh don intaran. Kemudian setelah mengkonsumsi jamu tersebut, ia pun kembali melakukan tes swab. Selama dua hari diuji di laboratorium, ajaibnya hasil swabnya berubah menjadi negatif.

“Saya sudah sebulan karantina. Sampai bingung saya, kok lama sekali. Hasilnya kok tidak berubah. Apanya yang salah. Saya yang beneran sakit, alatnya yang rusak atau bagaimana. Saya juga tidak ada gejala apapun. Penyakit lain juga tak ada,” tutur Ketut Adi (38) saat ditemui di kawasan Nusa Dua, Senin (31/8) sore.

Sebelumnya, ia tak percaya bahwa loloh don intaran dapat digunakan untuk penyembuhan dan pencegahan virus korona. Akhirnya karena putus asa ia pun mencoba untuk mengikuti resep yang dianjurkan dalam pembuatan loloh don intaran.

“Pernah dengar, namun masih ragu. Tapi disisi lain saya sudah mengalami yang namanya positif dan tidak sembuh-sembuh. Saya cari cara bagaimana caranya agar hasilnya negatif. Lalu saya coba buat loloh itu dan saya minum sebelum tes swab lagi. Ternyata memang benar, setelah minum itu tes swab saya negatif. Kebetulan atau tidak, yang jelas setelah minum itu saya dinyatakan sembuh,” tegasnya.

Ia pun membeberkan cara pembuatan loloh don intaran yang dikonsumsinya. Caranya, 20 lembar daun intaran direbus dengan 4 gelas air sampai tersisa sekitar 2 gelas. Untuk takaran orang dewasa di minum satu gelas di pagi hari setelah makan dan pad sore hari setelah makan. Dan untuk anak-anak diminum setengah gelas pada pagi dan sore hari setelah makan. Loloh ini sebaiknya diminum dalam kondisi masih hangat.


https://ift.tt/2EPgcCJ
from Halo Dunia https://ift.tt/2QOXiOS
via IFTTT

Benarkah Wabah Corona Berakhir Saat Bintang Tsurayya Terbit?

Benarkah Wabah Corona Berakhir Saat Bintang Tsurayya Terbit?
Seorang ustaz menyebut wabah corona akan berakhir jika muncul Bintang Tsurayya.

Bintang Tsurayya: Seorang ustaz menyebut wabah corona akan berakhir jika muncul Bintang Tsurayya. Pengamat antariksa akan bisa menyaksikan planet Venus bertemu dengan gugusan bintang terbuka Pleiades atau Seven Sisters pada senja setiap malam.
Ian Aiken/Elderberry Observatory/Sunderland/U
Bintang Tsurayya: Seorang ustaz menyebut wabah corona akan berakhir jika muncul Bintang Tsurayya. Pengamat antariksa akan bisa menyaksikan planet Venus bertemu dengan gugusan bintang terbuka Pleiades atau Seven Sisters pada senja setiap malam.
Red: Elba Damhuri
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nur Hasan Murtiaji, Wartawan Republika/Alumni Astronomi ITB

 

Beberapa hari terakhir ramai dibicarakan di sejumlah platform media sosial mengenai bintang Tsurayya. Bermula dari adanya rekaman video seorang dai yang beredar di grup whatsapp maupun platform media sosial lainnya.
Ustaz tersebut menyatakan, “Banyak orang bertanya-tanya, kapan virus corona ini berakhir? Jawabannya disebutkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dalam musnadnya.” Rasulullah SAW menjawab yang kemudian ustaz tersebut mengartikan hadis itu berikut, “Apabila suatu saat nanti muncul bintang, di suatu pagi, pada pagi hari, maka akan diangkatlah segala macam wabah.”
Kemudian, ustaz tersebut menafsirkan wabah dalam hadis itu dengan virus corona. Dia menukil dari Syekh Ahmad bin Abdurrahman al-Banna as-Sa’ati, pengarang kitab al-Fath ar-Rabbani, bahwa yang dimaksud dengan bintang dalam hadis ini adalah bintang ats-Tsurayya.
Dia juga menukil dari Imam Ibnu al-Malaqqin bahwa bintang ini akan muncul pada awal Mei. Terakhir, ustaz berharap wabah ini berakhir pada Mei. Saat itulah segala macam wabah penyakit menular akan hilang dari alam dunia ini.
Lalu, apa sebenarnya bintang Tsurayya itu? Tsurayya adalah nama Arab untuk gugusan bintang Pleiades. Jika Pleiades adalah nama lain Tsurayya dalam mitologi Yunani, di Persia dikenal sebagai Sorayya, di Babilonia sebagai Mul-mul, di India dengan nama Krittika, di Cina sebagai Mao, di Jepang disebut Subaru, maka di Indonesia di antaranya dengan nama Tujuh Bersaudari.
Gugus bintang atau klaster Pleiades ini berisikan setidaknya 800 bintang yang berjarak 410 tahun cahaya dari bumi. Tahun cahaya merupakan satuan jarak.
Satu tahun cahaya adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya yang bergerak melewati ruang hampa udara dengan kecepatan 300 ribu kilometer per detik selama satu tahun. Artinya, satu tahun cahaya ini setara dengan 9,46×10^12 kilometer. Angka 9,46 diikuti di belakangnya dengan angka nol sebanyak 12.
Gambaran simpelnya, jarak bumi ke bulan 1,3 detik cahaya, ke matahari 8,3 menit cahaya, ke Pluto 5,3 jam cahaya, ke Proxima Centauri 4,3 tahun cahaya.
Artinya, jarak bumi ke gugus bintang Pleiades memakan waktu 410 tahun bila menggunakan wahana yang kecepatannya setara 300 ribu kilometer per detik. Satu detik mencapai jarak 300 ribu kilometer.
Pleiades merupakan contoh dari klaster bintang terbuka. Gugus bintang yang terbentuk, semuanya terlahir pada waktu yang sama dari kumpulan gas dan debu yang berukuran super raksasa.
Bintang paling terang di klaster ini bersinar biru panas yang terbentuk sekitar 100 miliar tahun lalu. Kecerlangannya yang tinggi membuatnya sangat terang dan cepat terbakar.
“Hanya beberapa ratus juta tahun sudah habis, lebih pendek usianya ketimbang matahari kita,” demikian dikutip dari Space.com.
Ada tujuh bintang paling terang dalam gugus ini. Mereka bernama Alcyone, Atlas, Electra, Merope, Taygete, Pleione, dan Maia. Alcyone merupakan bintang paling terang. Ukuran bintang tersebut rata-rata lebih kecil dari matahari di tata surya kita.
Galileo Galilei adalah astronom pertama yang mengamati Pleiades melalui teleskop. Dia mempublikasikan pengamatannya pada Maret 1610 dengan menyebut Pleiades berisi 36 bintang.
Menurut Judhistira Aria Utama dari Laboratorium Bumi dan Antariksa Departemen Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), gugus bintang Pleiades ini berada di arah rasi Taurus.
“Bila Tsurayya yang dimaksud itu adalah Pleiades, maka gugus bintang ini berada di horison timur Jakarta pada saat fajar shadiq yang menandai awal waktu Subuh pada 9 Juni 2020, sebelum terbitnya matahari,” kata Aria kepada Republika, beberapa waktu lalu. “Keesokan harinya, pada waktu yang sama, posisinya akan semakin meninggi.”
Selain Lintang Wuluh, Pleiades di masyarakat Nusantara juga disebut Lintang Kartika atau Tujuh Putri. Lintang Kartika ini menjadi penanda pergantian musim.
Masyarakat agraris Nusantara, kata Aria, punya cara sendiri dalam menentukan awal masa tanam. Pada masa tertentu pascaterbenamnya matahari, mereka akan keluar rumah menghadap arah timur untuk mencari lokasi bersemayamnya gugus bintang Lintang Kartika ini.
Kapankah awal masa tanam yang ditandai dengan posisi Tujuh Putri ini pada ketinggian sekitar 45 derajat dari cakrawala? Perhitungan astronomis dengan perangkat trigonometri sferis yang bersandar pada informasi ketinggian objek pengamatan, koordinat ekuatorialnya, dan lokasi pengamat, ungkap Aria, didapati masa awal tanam musim bertepatan dengan akhir dari dasarian pertama pada awal Januari.
Berselang lima bulan berikutnya, ketika Tujuh Putri berada di kaki langit sebelah timur sebelum terbitnya matahari, adalah masa panen. Ini bertepatan dengan tanggal 10 Juni.
“Momentum ini terjadi pada bulan ke-12 penanggalan pranatamangsa. Suku Batak mengenal penanggalan serupa dengan nama porhalaan, di Bali sebagai wariga, dan kertamangsa di Sunda,” kata Aria.
Bulan ke-12 dan pertama penanggalan ini, keduanya disebut sebagai mangsa terang, yang diapit dua bulan yang kontras. Yakni, bulan ke-11 adalah mangsa panen dan bulan kedua mangsa paceklik. “Ketika matahari hampir tiba kembali di posisi paling utara di bola langit yang jatuh pada 21-22 Juni, menjadi awal bulan pertama penanggalan pertanian ini,” jelasnya.
Astronom ITB Moedji Raharto menjelaskan, Pleiades berada di dekat rasi Orion atau ada yang menyebutnya sebagai bintang Waluku. “Rasi di arah bintang ini cukup gamblang dilihat dengan mata sebagai indikator pertanian,” kata Moedji.
Bila Tsurayya yang dimaksud adalah Pleiades, maka kemunculannya secara astronomi terjadi pada awal Juni. Hendro Setyanto dari pengelola observatorium wisata Imah Noong di Lembang, Bandung, mengatakan, Pleiades terbit pada pagi hari awal Juni di ufuk timur. “Kalau sudah muncul mendekati puncak musim kering. Jadi terkait dengan pertanian,” katanya.
Lalu apa yang dimaksud terbitnya bintang dalam kacamata ilmu hadis? Pengajar di STIT Diniyah Putri Rahmah El Yunusiyah Padang Panjang Ustaz Yendri Junaidi menjelaskan, Imam ath-Thahawi dalam kitab Syarah Musykil al-Atsar memaparkan, yang dimaksud dengan bintang dalam hadis ini adalah ats-Tsurayya.
Kalender orang-orang Mesir kuno menyebut Tsurayya ini muncul pada bulan Basyans. Bulan Basyans menurut kalender orang-orang Suryani yang dijadikan acuan masyarakat Irak adalah bulan Ayar. Bulan ini dalam kalender Masehi adalah Mei.
Imam al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani setelah mensyarah hadis di awal tulisan ini mengatakan, yang menjadi patokan sebenarnya adalah masak atau matangnya buah-buahan. Adapun munculnya bintang hanyalah pertanda saja.
Hal yang sama diaminkan Syekh Ahmad as-Sa’ati dalam al-Fath ar-Rabbani. Menurut Yendri, fokus dalam hadis ini adalah penegasan bahwa buah-buahan yang masih di batangnya tidak boleh dijual hingga terlihat dan terbukti sudah matang. Baik matangnya itu ditandai warnanya yang sudah merah maupun terbitnya bintang di langit.
“Saya lebih cenderung mengartikan kata bintang dalam hadis itu dengan tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan, bukan bintang. Sehingga arti dari kalamat terbitlah bintang adalah sampai muncul buahnya,” kata Yendri yang merupakan alumnus Universitas Al-Azhar, Kairo ini.
Kendati berbeda pendapat mengenai arti terbitnya bintang, Yendri sependapat jika masyarakat berharap dan optimistis wabah ini segera diangkat. Apalagi di tengah berseliwerannya beragam informasi yang memunculkan rasa takut.
Namun, yang dia khawatirkan ketika masyarakat percaya pada tafsir hadis bahwa pada Mei virus akan lenyap. Padahal, tafsir mengenai “hingga terbitnya bintang” itu bukan berarti lenyapnya virus corona, tapi wabah pada tanaman.
“Betulkah hadis yang disampaikan itu terkait virus corona? Tepatkah langkah sang ustaz memberikan optimistis dan harapan berdasarkan hadis yang dipahaminya sendiri secara tergesa-gesa?” tulis Yendri dalam laman Facebook-nya.
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia KH Asrorun Niam Sholeh menyebut terbitnya bintang Tsurayya lebih menjadi penanda pergantian musim. Bahkan, di sejumlah hadis lain mengenai kemunculan Tsurayya, ungkapnya, bercerita soal hama dan buah-buahan.
“Akan tetapi, karena sifatnya umum, ya semoga saja benar adanya (virus lenyap pada Mei). Dengan ikhtiar kita bersama, wabah bisa segera berakhir,” kata Asrorun.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3hV6Kw2
via IFTTT

Penanganan Covid-19 Terburuk Nomor 4 di Dunia, Indonesia di-Blacklist

Ekonom Faisal Basri menyebut, pertumbuhan ekonomi yang positif akan sulit tercapai jika penanganan Covid-19 belum dapat tertangani dengan baik. Sebab, saat ini angka penularan virus Korona masih terus meningkat, bahkan sempat menyentuh angka 3.000 dalam sehari.

Faisal Basri memaparkan, Indonesia perlu belajar dari Finlandia, Singapura, Malaysia, dan Thailand yang lebih mengutamakan keamanan dan kesehatan masyarakat dibandingkan perekonoman. Meskipun negara-negara tersebut telah masuk ke jurang resesi tahun ini, tapi para turis mancanegara percaya terhadap penanganan Covid-19 di negara tersebut sehingga masih menghasilkan devisa.

“Indonesia tidak boleh masuk, masih di-blacklist karena reputasi menangani covid-19 buruk keempat di dunia. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum dunia. Gara-gara tidak becus menangani pandemi ini,” ujatnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Senin (31/8).

Dengan demikian, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan berada pada titik -3 persen. Artinya, Indonesia berpotensi akan jatuh ke jurang resesi.

“Kuartal III-2020 perkiraan saya minus 3 persen, tapi Kata Menko itu nggak resesi. Menko aja pemahaman resesinya nol besar. Kalau triwulan II 5,3 persen minusnya, triwulan III minus 5 persen, itu ga resesi, karena minusnya turun. Ngeri nggak? Komandan ekonominya nggak ngerti resesi apa?” ungkapnya.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I tahun ini mencapai 2,97 persen. Kemudian pada  pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi, hingga minus 5,32 persen.

Sementara pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 mendatang berada pada kisaran 0 persen hingga -2 perse. Sedangkan untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun 2020, diproyeksikan bisa tumbuh positif 0,2 persen hingga -1,1 persen.


https://ift.tt/3jQ0AxR
from Halo Dunia https://ift.tt/3jH5hdd
via IFTTT

Survei: Hampir Separuh Perempuan Diselingkuhi Pasangan Selama Pandemi

Berselingkuh selama pandemi, seharusnya bisa diminimalisasi. Sebab, keharusan menjaga jarak sosial akan membatasi ruang gerak dan peluang perselingkuhan. Tapi ada cara lain untuk berbuat curang dari pasangan. Caranya melalui dunia maya.

Dilansir dari Insider, Selasa (1/9), sebuah survei baru menemukan perilaku tidak setia juga terjadi selama pandemi. Jajak pendapat ini dilakukan pada pengguna Dating.com. Data menunjukkan orang-orang beralih ke urusan virtual selama pandemi termasuk selingkuh

Dating.com melakukan jajak pendapat terhadap 2 ribu penggunanya di AS tentang apakah mereka telah selingkuh sejak awal Maret. Lebih dari separuh orang yang disurvei (55 persen) mencurigai pasangan mereka selingkuh. Sekitar 45 persen perempuan yang disurvei mengatakan bahwa mereka telah diselingkuhi oleh pria.

Hampir sepertiga responden mengatakan perselingkuhannya terjadi dengan mantan lama. Dan 20 persen hubungan asmara berubah menjadi hubungan yang lebih serius setelah mereka putus dengan pasangannya.

“Tetap di rumah, ada banyak tekanan yang menguji hubungan,” kata Wakil Presiden Dating.com Maria Sullivan dalam sebuah pernyataan.

Dua psikolog dari The University of Tennessee Knoxville baru-baru ini menulis editorial yang mengatakan stres terkait pandemi menghancurkan hubungan. Dan orang-orang beralih ke aplikasi kencan untuk berselingkuh.

Seorang perempuan di situs kencan, Ashley Madison mengatakan selingkuh online dilakukan 7 pria meskipun mereka berada dalam masa karantina. “Ini saat yang tepat bagi semua orang, dan kebanyakan orang yang menikah diisolasi atau dikarantina bersama, tapi memang bisa membuat stres. Bahkan lebih membuat stres dalam pernikahan jika bersama pasangan dalam waktu yang lama.


https://ift.tt/32O4cJF
from Halo Dunia https://ift.tt/3gUFFYi
via IFTTT

Adat Seni dan Budaya Papua,Alat Musik Tradisional Tifa

Seni dan budaya papua_ Papua dulu bernama Irian Jaya pulau paling timur wilayah negara Indonesia. Sebagai pulau yang juga terkenal akan kekayaan hasil buminya, masyarakat pulau Papua pun juga memiliki kekayaan dalamragam seni dan budaya,.
Mari kita bersama-sama menengok ragam adat seni dan budaya yang ada di pulau paling timur Indonesia ini !
Sebagai salah satu seni kebudayaan yang ada di Papua maka tidak ada salahnya kita bisa menyebutnya seni kebudayaan kita juga, walaupun tidak semua para Sahabat Awan yang membaca artikel ini berasal dari pulau Papua. Entah itu dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi, atau pulau-pulau lain yang secara pribadi Awan tidak bisa menyebutnya satu persatu.
Dengan alasan apa kita bisa menyebut seni budaya Papua juga merupakan ragam seni dan budaya kita juga ? Jawabannya hanya ada satu, bahwa Papua adalah merupakan salah satu wilayah yang berada dibawah naungan NKRI, dengan falsafah Bhineka Tunggal Ika.
Jadi tidak salah jika kita menyebut ragam seni dan budayaPapua sama saja dengan kita menyebut kekayaanragam seni dan budaya Indonesia, yang perlu kita jaga dan lestarikan keberadaanya.
Tifa merupakan salah satu alat musik pukul yang bentuknya hampir mirip dengan gendang. Alat musik Tifa terbuat dari kayu yang mana pada bagian tengah kayu tersebut dibuat lubang besar yang dibersihkan/dikosngkan. Lalu kemudian ujung salah satu kayu tersebut ditutup dengan mengunakan kulit rusa yang telah dikeringkan terlebih dahulu, dimaksudkan agar alat musik Tifa ini bisa menghasilkan suara yang indah dan bagus.
Alat musik Tifa sering dimainkan sebagai instrumen musik tradisional atau untuk mengiring berbagai tarian tradisional seperti: tarian perang, tarian tradisional Asmat, dan tarian Gatsi.
Selain dari Papua alat musik ini juga berasal dari maluku, jadi antara Papua dan Maluku mempunyai alat musik yang sama. Tapi tidak apa yang penting semuanya adalah kekayaan seni yang ada di nusantara Indonesia ini.
=> Kedua_ Tarian tradisional Papua.
Awanzo Blogs
Sebagai daerah yang kaya akan ragam seni budaya, Papua memiliki beberapa tarian tradisonal yang menjadi ciri khas masyarakat Papua biasa menyebutnya dengan sebutan Yosim Pancar ( Y0SPAN), dalam tari ini terdapap beberapa bentuk gerak tarian diantaranya tari Pacul Tiga, tari Seka, tari Sajojo, tari Balada serta tari Cendrawasih. Tarian tradisional Papua ini sering di mainkan dalam berbagai kesempatan seperti untuk penyambutan tamu terhormat, penyambutan para turis asing yang datang ke Papua serta dimainkan adalah dalam upacara adat.

https://ift.tt/32LPF1e
from Halo Dunia https://ift.tt/2YVDxcA
via IFTTT

Lady Gaga Pakai Masker Buatan Indonesia dalam MTV VMAs 2020

Penyanyi Lady Gaga mengenakan masker karya label fesyen asal Indonesia, Maison Met, dalam gelaran penghargaan musik MTV Video Music Awards 2020 (MTV VMAs 2020).

Gaga mengenakan masker bertabur payet berwarna perak, serasi dengan jumpsuit yang dia kenakan kala menerima penghargaan tertinggi dari MTV VMAs 2020 sebagai Artist of the Year dan MTV Tricon Award.

“Semoga karya kolaborasi Masker Maison Met X Lady Gaga dapat menjadi bukti bagi kita semua untuk tidak mudah berputus asa dan terus berkarya di tengah situasi yang memprihatinkan seperti saat pandemi ini,” ujar Creative Director Maison Met Mety Choa,  seperti dikutip dari Antara.

Mety menambahkan bahwa dia merasa sangat bangga, karena masker wajah berbahan metallic mesh rancangannya, menjadi pusat perhatian dalam gelaran itu.

“Apalagi itu merupakan karya Maison Met, label busana asli buatan Indonesia,” kata Mety.

Mety menjelaskan bahan metallic mesh dipilih karena memiliki karakter unik yang cocok dengan karakter Lady Gaga. Unsur dekoratif payet kilap bahan ini mengangkat kesan elegan yang menjadi DNA rancangan Maison Met.

“Selain itu kualitas bahan prima, nyaman dipakai dan mudah dibersihkan menjadikannya pantas menjadi pelengkap busana koleksi Lady Gaga,” jelas Mety.

Adalah jasa dan campur tangan brand management Maison Met, The Clique yang berbasis di Hong Kong dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk kolaborasi dengan tim Lady Gaga hingga masker ini dikenakan oleh penyanyi berjuluk “Monther Monster” itu.


https://ift.tt/2EVc5Vl
from Halo Dunia https://ift.tt/2YUxeGb
via IFTTT

Festival Seni Budaya Papua: Menyaksikan Bakar Batu di Jakarta

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua membawa satu dari tiga kegiatan kesenian besar yang biasanya digelar ke Papua ke Jakarta.

Dinas Kebudayaan Provinsi Papua bekerja sama dengan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) dan Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia menggelar Festival Seni Budaya Papua di Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta pada Kamis (21/11/2019). Sejumlah tarian seperti Tari Semut, Tari Hau Nena, prosesi bakar batu, dan kerajinan asli Papua ditampilkan dalam festival ini.

Festival Seni Budaya Papua ini dihadiri sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari warga Jakarta dan beberapa perwakilan duta besar negara sahabat seperti Mozambik dan Australia.

<img class=”i-amphtml-blurry-placeholder” src=”data:;base64,Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Sejumlah kerajinan yang dipamerkan dalam festival.

Kepala Seksi Tari dan Musik Bidang Kesenian dan Film Dinas Kebudayaan Papua, Jeremias Koridama mengatakan, pagelaran festival kesenian di Jakarta ini diharapkan dapat lebih memperkenalkan budaya Papua di tingkat nasional. Termasuk kepada masyarakat internasional melalui sejumlah duta besar yang menghadiri acara ini.

“Besar harapan kami ke depan budaya Papua, kembali diperhitungkan dan lebih banyak dikenal banyak orang. Bukan hanya di tingkat nasional. Kita bicara akar budaya Papua, kita ingin menonjolkan dari sisi budayanya,” jelas Jeremias Koridama di Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Jeremias berharap festival serupa bisa diselenggarakan juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Ia juga berharap pagelaran seperti ini dapat digelar di luar negeri untuk lebih mempopulerkan budaya Indonesia.


https://ift.tt/34XAbcU
from Halo Dunia https://ift.tt/2QT5BJb
via IFTTT

Monday, August 31, 2020

KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara

Dalam buku Kyai Haji Hasyim Asy’ari : Pengabdian Seorang Kyai untuk Negeri Ahmad Baso dari Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia PBNU memberikan sumbangannya dalam tulisan ‘KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara’. Adapun tulisan lengkap Ahmad Baso tersebut adalah seperti di bawah ini.

tanpa tuduh mung tapaneki tapa wit puruhita …
tapa tanpa ngelmu itu nora dadi
(Menjalankan praktik-praktik pertapaan dan asketisme namun tanpa bimbingan
yang dipelajari dari seorang guru…
bertapa tanpa ngelmu [ilmu dari sang guru] itu tidak menghasilkan apa-apa…)

—- Serat Cebolek.
KH. Hasyim Asy’ari : Guru Para Kiai Pesantren dan Warana Kearifan Nusantara
Sang Pendidik Karakter Bangsa: Hakikat Pendidikan Pesantren
Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Pesantren Tebuireng, Jombang, pendiri Nahdlatul Ulama, adalah guru paripurna. Ribuan santri beliau didik, dan ratusan dari mereka menjadi ulama atau kiai, pendiri pondok pesantren, atau menjadi tokoh-tokoh umat Islam. Ini belum termasuk santri-santrinya yang terbilang mustami’ (pendengar setia sang guru), ngaji sekilas kepada beliau, jejer pandito dalam waktu singkat atau yang hanya sekedar minta doa dan obat kepada beliau.

Bagaimana beliau mendidik santri-santrinya? Rasa cinta, tanpa membeda-bedakan. Saking cintanya itu pada santri-santrinya, di hari-hari menjelang wafatnya (pada 7 Ramadhan 1336 H/ 26 Juli 1947), yang diingat beliau hanya seorang santri mustami’ yang disayanginya, Bung Tomo, tokoh pahlawan nasional 10 November 1945. Waktu itu sedang terjadi agresi militer Belanda yang pertama ke daerah Jawa Timur, hingga masuk ke kota Malang, tempat Bung Tomo membangun basis bersama para anggota TNI dan laskar rakyat. Jatuhnya kota Malang dalam agresi tanggal 23 Juli itu membuat Hadlratusysyekh shock, lalu jatuh sakit, hingga ajal menjemput.

Diceritakan pula: suatu hari seorang anak bos pabrik gula Cukir, Jombang, keturunan Belanda, jatuh sakit. Berbagai cara dilakukan, dokter juga sudah gonta-ganti, tapi semuanya tidak membantu. Akhirnya beliau mendatangi anak tersebut, membacakan doa-doa, dan akhirnya sembuh. Sejak itu sang anak menjadi mustami-nya sang Hadlratusysyekh. Itulah sebabnya mengapa beliau disapa “Hadlratusysyekh”, guru para ulama.

Itu karakter yang beliau tanamkan kepada santri dan masyarakat kita. Dan karakter itu beliau pelajari sejak muda, sebagai santri, di beberapa pesantren. Beliau pernah nyantri dan berguru pada seorang ulama kharismatik kenamaan, Syaikhuna Cholil Bangkalan, Madura (wafat 1924). Di masa- masa awal nyantri, kakek Gus Dur ini hanya disuruh angkat air dan mengisi tempayan atau kolam pondok untuk wudhu dan cuci kaki para santri dan jamaah. Akibatnya, banyak waktunya habis untuk mengambil air dan bukan ngaji kitab. Tapi ternyata dengan cara ini sang guru mengajarkan santri kesayangannya itu satu pendidikan karakter untuk belajar mandiri, tekun, ulet, ikhlas, rajin bekerja dan juga untuk menghargai sumber-sumber air sebagai kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini, serta memanfaatkannya untuk sebesar-besar kemaslahatan orang banyak.

Ya, itu pelajaran pokok dalam pesantren: pendidikan karakter kebangsaan. Apa inti pendidikan karakter itu yang dilakoni KH. Hasyim Asy’ari, sekaligus yang diajarkan kepada santri-santri dan mustami’nya?

Pertama, pendidikan karakter pesantren berupaya mengajak bangsa ini untuk mandiri bukan hanya dalam soal ekonomi dan politik. Tapi juga dalam kebudayaan dan kerja- kerja pengetahuan, dalam bidang cultuur seperti dibahasakan Adinegoro dalam Polemik Kebudayaan (dalam debat ini pesantren dibela oleh Dokter Soetomo dan Ki Hajar Dewantoro). Dalam pendidikan seperti ini, anak-anak kita diajarkan bahwa bangsa ini juga punya pengetahuan sendiri, tahu, dan berilmu. Ada kebanggaan tersendiri untuk tahu tentang dirinya sebagai bangsa, punya tradisinya sendiri, dan juga percaya diri bahwa mereka bisa melakukan kerja pengetahuan yang bebas dan mandiri. Acuan pendidikan pesantren adalah dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bermasyarakat, yang diperoleh dari masa sejak abad-abad pertama masuknya Islam, dan juga sebagian mengambil inspirasi dari masa Hindu-Budha (seperti lakon-lakon pewayangan) untuk kemudian diolah sesuai dengan jiwa pendidikan pesantren.

Kedua, pendidikan karakter pesantren mengajarkan anak-anak didiknya untuk bergaul dan bersatu di antara sesama anak-anak bangsa se-Nusantara, apapun suku, latar belakang dan agamanya. Mereka diajarkan untuk saling berinteraksi secara harmonis di antara berbagai komunitas bangsa tersebut. Kalau ada perselisihan, mereka diminta untuk berdamai melalui mediasi para ulama pesantren atau yang ditunjuk oleh orang-orang pesantren untuk memerankan fungsi mediasi tersebut. Seperti peran para ulama Mekah di abad 17 yang meminta Banten, Mataram dan Bugis-Makassar untuk bersatu, juga peran Kiai Haji Oemar di Tidore, Maluku, paruh kedua abad 18 yang menyatukan para pelaut Indonesia Timur dari berbagai agama dan suku untuk bersatu menghadapi Inggris dan Belanda.

Ketiga, pengetahuan diabdikan bagi kepentingan dan keselamatan nusa dan bangsa ini. Itu sebabnya pesantren mengajarkan berbagai jenis kebudayaan Nusantara yang akan menjadi alat perekat, pertahanan dan mobilisasi segenap kekuatan bangsa ini.

Keempat, karena pergaulannya yang begitu rapat dengan bangsa-bangsa lain di jalur perdagangan dunia di Samudera Hindia, orang-orang pesantren juga mengajarkan anak-anak bangsa ini cara-cara menghadapi dan bersiasat dengan bangsa- bangsa lain, terutama dengan orang-orang Eropa (kini Amerika) yang berniat menguasai wilayah di Asia Tenggara.

Kelima, orang-orang pesantren juga mengajarkan kepada anak-anak bangsa ini untuk memaksimalkan serta memanfaatkan segenap potensi ekonomi dan sumber daya negeri ini. Itu sebabnya pesantren hadir di dekat sumber-sumber mata air dan sumber-sumber kekayaan alam.

Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, pesantren hadir sebagai kiblat pendidikan keagamaan-kebangsaan bagi bangsa ini. Model yang mereka adopsi adalah pendidikan model para Wali Songo, para ulama-waliyullah penyebar agama Islam di Tanah Jawa hingga ke Nusantara.

Tradisi Wali Songo yang kini terpelihara adalah penghargaan terhadap leluhur, para ulama, para pejuang yang berjuang untuk bangsa ini serta para pendahulu yang berjasa. Itu dicontohkan oleh Sunan Kalijaga ketika berziarah ke Pamantingan (tirakat dateng ing Pamantingan) sebelum ikut bersama dengan para Wali lainnya membangun Mesjid Demak. Sunan Kalijaga dikenal sebagai tipe santri kelana, “muballigh keliling”, yang akrab dengan tradisi-tradisi pra-Islam, dan, seperti ditulis KH. Saifuddin Zuhri, kerap “mengunjungi tempat- tempat bersejarah”.

Perjuangan Wali Songo ini dilanjutkan oleh kalangan pesantren dalam membantu anak-anak bangsa ini memelihara segenap memori kolektif bangsa ini dari masa lalu tentang kejayaannya, tentang segenap pengalamannya berhadapan dengan bangsa-bangsa asing, hingga membantu mereka mengingat kembali perjuangan orang-orang yang berkorban untuk bangsa dan tanah air ini. Mekanisme untuk itu dilakukan dengan memelihara sejumlah tradisi, ritual, upacara dan segenap praktik-praktik keagamaan, kesenian dan berkebudayaan. Seperti tradisi ziarah makam, penghormatan terhadap petilasan tokoh- tokoh penyebarIslam pertama atau nenek moyang pembuka desa pertama. Praktik-praktik ini menghubungkan satu generasi ke generasi berikutnya, dari satu komunitas ke komunitas lainnya, sehingga solidaritas berbangsa, persatuan dan kebersamaan di antara komponen bangsa ini, ikut terjaga.

Selain itu, tradisi-tradisi ini juga dipelihara oleh pesantren melalui mekanisme penghormatan dan perlindungan terhadap tanah, air, laut, hutan, gunung dan sumber-sumber daya alam yang dimiliki Nusantara ini. Keberadaan makam-makam keramat di dekat mata air, di hutan, di gunung, semuanya dirawat oleh orang-orang pesantren untuk kepentingan menjaga kesinambungan sumber-sumber air bagi kehidupan umat manusia. Demikian pula tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat (dalam bahasa awam, “angker”, “ada penghuninya”), juga dipelihara oleh pesantren karena keterkaitan historis tempat-tempat tersebut dengan sejumlah jejak para tokoh ulama atau wali. Tempat-tempat keramat seperti makam atau petilasan sejumlah pendakwah Islam pertama, pembuka desa pertama,atau jejak kehadiran pesantren awal, menjadi obyek ziarah kaum santri dan komunitasnya yang selalu dijaga.

Mengapa pesantren mengajarkan pendidikan semacam ini? Ya, karena segenap kekayaan alam yang berhimpun di dekat tempat-tempat keramat tersebut menjadi bagian dari ketahanan ekonomi-kultural masyarakat, tanpa dikavling-kavling, diliberalisasi, atau diswastanisasi untuk kepentingan pemodal atau untuk investasi asing. Karena proses swastanisasi itu akan berdampak merugikan hajat hidup sebagian besar bangsa ini. Di sana akan terjadi proses pemiskinan masyarakat di sekitar proyek-proyek liberalisasi-swastanisasi tersebut. Masyarakat desa turun pangkat dari pemilik lahan atau tuan di atas tanahnya sendiri, menjadi buruh atau kuli. Sementara orang-orang pesantren juga dipinggirkan melalui proses modernisasi dan puritanisasi beragama orang-orang sekitar pesantren. Mereka kemudian tidak lagi percaya kepada pesantren yang dianggapnya sebagai sarang takhayul dan khurafat.

Hal ini yang dikhawatirkan oleh Dokter Soetomo, salah seorang pendiri organisasi kebangsaan, Boedi Oetomo, ketika anak-anak bangsa kita masuk sekolah modern dan meninggalkan hakikat pembelajaran di pesantren, karena mereka berakhir hanya menjadi buruh atau kuli, tanpa dibekali beban-beban kemandirian dan kemerdekaan dalam mengupayakan hidup dan kelestarian kekayaan Bumi Pertiwi ini. Terutama untuk mengisi idealisme kaum pergerakan di masa itu untuk menimba banyak hal dari sistem pesantren.2 Selain untuk mengisi ideologi kebangsaan kita, juga untuk memperkuat “keboedajaan kita [yang] tidak atau sedikit sekali diperhatikan [dalam sistem sekolah Barat]”.

Soetomo menyebut sejumlah karakter yang hidup pada sistem pesantren, sehingga layak mengisi ideologi kebangsaan- keindonesiaan tersebut. Karakter pertama, “pengetahoean pada muntkoerid-moeridnja”; Karakter kedua, “memberi ala-alat goena berdjoeang di doenia ini”; Karakter ketiga, “pendidikan jang bersemangat kebangsa’an, tjinta kasih pada Noesa dan Bangsa choesoesnya, dan pada doenia dan sesama oematnja oemoemnja”; Karakter keempat, “moerid-moerid akan menjediakan diri oentoek menoendjang keperloean oemoem”; Karakter kelima, “kekoeatan batin dididik; ketjerdasan roh diperhatikan dengan sesoenggoeh-soenggoehnja, sehingga pengetahoean jang diterima olehnja itoe akan dapat dipergoenakan dan disediakan oentoek melajani keperloean oemoem teroetamanja”.

Kelima karakter inilah yang kemudian menjelaskan mengapa pesantren menjadi kiblat kalangan nasionalis untuk mengukuhkan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Hingga Soekarno pun ikut berguru di satu pesantren di Sukanegara, Cianjur selatan, di dekade 1940-an. Dan bukan pula kebetulan, kalau guru Soekarno ini, KH. Ahmad Basari atau dikenal Kiai Sukanegara, adalah santri KH. Hasyim Asy’ari. (Lihat buku saya, Pesantren Studies 2A).

Pendidikan Pesantren untuk Kemaslahatan Bangsa: Pelajaran tentang Kearifan Nusantara
Ada satu lagi jenis pendidikan karakter yang dibangun KH. Hasyim Asy’ari dari pesantren. Yakni pendidikan untuk kemaslahatan bangsa. Ini terlihat dari cara beliau dan ulama kita lainnya di pesantren mengutip dan mengembangkan ucapan Imam al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin: ulama itu harus faqih atau paham lebih mendalam tentang kemaslahatan umat manusia (faqihun fi mashalihi-l-khalqi).

Mengapa pendidikan kemaslahatan? Di sini peran KH. Hasyim Asy’ari sebagai “warana” (penjaga, pelindung) kearifan ke-Nusantara-an kita. Seperti halnya warana yang menjaga dan melindungi sebuah keris.

Banyak orang sering mengeluh soal karakter peradaban Arab sebagai kumpulan biji-biji pasir yang kian tinggi dan beranak-pinak, tapi kehilangan daya perekat, semen atau lemnya. Mereka ibarat hidup dalam kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir”. Akibatnya nalar mereka jadi jumud, hidup nafsi nafsi, suka konflik, dan bunuh-bunuhan, meski sama sama ngaji Quran dan Hadis. Karena itu ide maslahat penting diangkat kembali dalam konteks kekinian umat Islam agar terbangun satu peradaban baru berbasis harmoni dan suasana guyub antar berbagai elemen bangsa Arab dan Muslim itu.

Itulah sebabnya ulama kita mengangkat wacana ke- Nusantara-an dalam kajian keislaman global. Hingga Sunan Giri menyebutnya “Din Arab Jawi” atau Islam Nusantara.3 Dalam wacana jenius ini, ke-Nusantara-an ditampilkan sebagai daya perekat, semen atau lem bagi kultur “pulau-pulau pemikiran” atau bangsa-bangsa “biji-biji pasir” itu.

Bicara kemaslahatan berarti bicara tentang kondisi dan realitas kekinian umat yang nyambung dengan tradisinya, dengan kebudayaan masyarakatnya. Ini untuk mengenal lebih jauh kepentingan kemanusiaan mereka di dunia ini sebagai bekal menuju akhirat. Bukan sebaliknya membuat mereka terperosok ke masa lalu, hingga tidak bisa bangkit lagi. Selanjutnya, dari sana kita membangun solusi untuk persoalan-persoalan masa kini dan masa depan kita.

Wawasan ulama-ulama Nusantara tentang maslahat dimulai sejak awal pengislaman dari abad 13. Mereka mengembangkan satu metodologi yang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke- Nusantara-an sebagai basis dan sumber ilmu. Ke-Nusantara- an diibaratkan sebagai wadah yang “berberkah” tempat “Islam tumbuh dan bangkit kembali” (“seger maning manah iki”, seperti disebut dalam Serat Carub Kandha dari Cirebon tentang proses Islamisasi Nusantara di tangan Syekh Jumadil Kubro dan putranya, Syekh Ibrahim Asmorokandi, abad 14).

“Kenali dirimu hai anak alim … dengan dirimu yogya kau qaim (berdiri tegak)”, demikian penegasan sastrawan sufi Hamzah Fansuri dari Aceh awal abad 16, tentang menjaga kesatuan ontologis dan epistemologis “satu badan, satu jiwa” ke-Nusantara-an itu.

Wawasan kemaslahatan Nusantara ini muncul ketika keislaman dihadirkan untuk memperkuat ke-Nusantara-an kita, meskipun ada yang bukan Muslim. Seperti halnya Imam al-Ghazali menggali etika keadilan normatif dari akar Persia yang non-Muslim (seperti etika keadilan Raja Anusyarwan atau Khusraw I, 531-570). Di tangan para Wali dan ulama kita, Islam hadir memperkuat dinamisme dan potensi kekuatan kultural peradaban dan kebudayaan kita.

Maksudnya di sini: kalau para Wali Songo hingga Hadlratusysyekh KH. Hasyim Asy’ari, merumuskan patokan cara beragama dan bertradisi Islam Nusantara pada empat mazhab (dalam fiqih), dua mazhab (dalam tauhid dan kalam), dan dua mazhab (dalam tasawuf), maka hal itu bisa kita angkat sebagai satu titik masuk “mencari satu tahapan puncak kemajuan yang dilalui tradisi kita”, sebagaimana yang dikenal dalam kedelapan mazhab itu.

Itu ditunjukkan misalnya para ulama Nusantara kita dulu yang mengangkat Imam al-Ghazali sebagai “puncak kemajuan” dalam tradisi Asy-ariyah, Syafi’iyah, dan tradisi tasawuf Sunni. Karya-karya ulama-pembaru ini banyak menjadi andalan bagi para ulama dalam mengukuhkan Islam Nusantara sebagai kiblat baru untuk peradaban dunia. Dari puncak pemikiran al-Ghazali inilah para ulama Nusantara bisa berkreatif dengan bebas dalam menghadapi tantangan zaman dengan menjadikan Nusantara sebagai pusat keunggulan Islam untuk kampanye Islam rahmatan lil’alamin (Lihat dalam buku saya, Islam Nusantara, jilid 1).

Coba perhatikan satu pandangan Sunan Giri ini yang dikemukakan dalam musyawarah para Wali Songo di Mesjid Demak akhir abad 15: “Dhewe-dhewe tekatira, nanding nora sulaya … kumpul bae maksudira” (masing-masing punya pendapatnya sendiri-sendiri, tapi tidak bercerai, semua pendapat mereka itu sama-sama bertemu dalam maksud dan tujuannya).4 Pandangan Sunan Giri ini tidak lepas dari cara ulama Nusantara kita memahami dan menafsirkan pandangan Imam al-Ghazali di atas: “faqih fi mashalihi-l-khalqi”, ulama yang paham dan mengerti betul kemaslahatan umat manusia. Sekaligus memberi karakter kebudayaan dan peradaban kita bagi penguatan Islam sebagai rahmat untuk alam ini.

Kemaslahatan itu hanya muncul kalau orang bersatu, guyub, mengedepankan titik-temu, dan suka berkumpul – termasuk makan-makan! Ingat tradisi kompolan di Madura, kendurenan dan cangkrukan di Jawa, atau tudang sipulung di Sulawesi. Hakikat “kumpul bae maksudira” ini kemudian dilembagakan oleh para Wali ke dalam bahasa “hukum adat” sebagai salah satu pilar dari empat pilar hukum Islam Nusantara: hukum akal, hukum syara’, hukum adat, dan hukum fa’al (yurisprudensi). Kalau hukum syara misalnya mengajarkan ajaran-ajaran normatif agama, maka hukum adat mengajarkan bagaimana hukum agama itu dilaksanakan dalam suasana guyub dan gotong-royong. Muncullah ijtihad halal bihalal, misalnya, seperti dikenal kini. Di sini ajaran tekstual agama, Quran dan Hadis, tidak dipertentangkan dengan adat, tapi dicari titik-temu dan penguatannya masing-masing.


https://ift.tt/eA8V8J
from Halo Dunia https://ift.tt/3jC1kpR
via IFTTT