Pages

Wednesday, November 26, 2025

Kisah Persahabatan Seorang Bocah dengan Kombespol Budi Hermanto

Kisah Persahabatan Seorang Bocah dengan Kapolresta Malang Kota

(Foto: istimewa)
  Takdir kehidupan sudah digariskan oleh sang pencipta. Sebagai manusia hanya bisa berusaha dan berdoa agar hidupnya lebih baik dan bermakna. Karena setiap kesuksesan tidak akan ada hasil yang menghianati proses. Sebuah doa dan usaha yang dilakukan seseorang dengan tulus pasti akan berbuah manis. Hal ini seperti kisah inspiratif seorang keluarga sederhana yang berasal dari Kecamatan Sukun, Kota Malang. Yozay Wijaya (11), anak laki-laki pasangan Roni Wijaya dan Sari Widyawati, tak pernah menyangka dirinya akan memiliki seorang sahabat seorang Kapolresta.
(Foto: istimewa)
Awal persahabatan Yozay dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, bermula dari ibunya yang meninggalkan jejak komentar di salah satu postingan Instagram Polresta Malang Kota, Juni 2022 silam. Pada komentar tersebut, Sari Widyawati menyampaikan bahwa putra sulungnya lahir pada 1 Juli 2012, bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara. Buher, sapaan akrab Kapolresta, mengonfirmasi bahwa persahabatannya tersebut terjalin berkat jejak komentar yang ditinggalkan oleh ibunda Yozay. “Memang benar. Sekitar satu tahun lalu kami melihat komentar ibunya Yozay. Kemudian saya meminta anggota untuk mengeceknya, dan ternyata benar” terangnya, Jumat (17/6/2023). Tidak cukup sampai di situ, Yozai bersama keluarganya kemudian diundang hadir dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan Polresta Malang Kota. Seperti perayaan Hari Bhayangkara ke-76, perayaan Iduladha 2022, Tasyakuran Tahun Baru 2023, dan sejumlah kegiatan lainnya.
(Foto: istimewa)
Bahkan saat ini keluarga tersebut masih mendapat perhatian dari Buher, dengan dilakukannya program bedah rumah milik keluarga Yozay. Program bedah rumah menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tahun ini. “Program bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari Bhayangkara ke-77 ,dan kami ingin dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat di Kota Malang, khususnya untuk keluarga Yozay yang dari dulu sudah memiliki impian untuk memiliki rumah lebih sehat,” tutur Buher. “Doa keluarga kecil ini diwujudkan oleh Polresta Malang Kota, yang bersinergi dengan Batasmedia 99 serta para donatur lainnya,” lanjut Kapolresta. Program bedah rumah dalam rangka perayaan Hari Bhayangkara ke-77 kali ini menyasar tiga lokasi di wilayah Kecamatan Sukun. Selain rumah keluarga dari Yozay, rumah lainnya yang direnovasi adalah milik Srianah dan Suwandi. Tidak hanya  program bedah rumah, Kapolresta juga turut membantu proses pembangunan salah satu masjid.
(Foto: istimewa)
Perhatian yang diberikan oleh Kapolresta Malang Kota membuat orangtua Yozay angkat bicara. “Tentunya kami sangat berterimakasih Bapak Kapolresta Malang Kota, yang telah memberikan banyak perhatiannya kepada ananda kami. Bahkan saat ini keluarga kami mendapat bantuan bedah rumah yang telah kami tinggali sejak 2015,” ucap Roni Wijaya, ayah Yozay. Selama ini Yosay tinggal bersama kedua orangtua dan adiknya di sebuah rumah berukuran 4,5 x 6,5 meter yang kondisinya kurang sehat. Proses bedah rumah yang dilakukan Polresta Malang Kota bekerjasama dengan Batasmedia99 ditargetkan rampung pada 28 Juni 2023 dan siap untuk kembali dihuni. “Sesuai rencana, jelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-77 pada 1 Juli 2023, tiga rumah dan satu tempat ibadah (masjid) telah selesai pelaksanaan pemugarannya, dan akan siap di tempati serta digunakan kembali,” pungkas Buher
https://detik.in/2025/11/27/kisah-persahabatan-seorang-bocah-dengan-kombespol-budi-hermanto/?feed_id=37512&_unique_id=6928011180e5e

Kombes Pol Budi Hermanto, Sosok di Balik Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya

Kombes Pol Budi Hermanto, Sosok di Balik Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya

Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.
Banyak pejabat dikenang karena jabatan dan prestasinya. Namun bagi komunitas disabilitas di Malang Raya, nama Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., memiliki arti yang jauh lebih dalam. Ia bukan sekadar mantan Kapolresta Malang Kota, melainkan sosok yang mereka panggil dengan penuh kasih sebagai “Bapak” atau seorang pelindung yang hadir dengan hati, bukan sekadar seragam. Julukan Bapak Disabilitas Malang Raya bukan muncul dari seremoni atau pencitraan, melainkan tumbuh dari hubungan tulus yang dibangun selama masa kepemimpinannya di Polresta Malang Kota. Di bawah kepemimpinannya, kantor polisi tak hanya berfungsi sebagai tempat penegakan hukum, tetapi juga menjadi ruang kemanusiaan yang terbuka bagi anak-anak difabel. Pria yang akrab disapa Buher itu memberi kesempatan bagi mereka untuk hadir, belajar, dan ikut berperan. Di antara mereka ada Rara, Fany, Fatrullah, dan Ayu, empat anak disabilitas yang kini menganggapnya sebagai ayah sendiri. Anak-anak itu pernah dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial kepolisian, mulai dari membantu dokumentasi hingga ikut serta dalam kampanye publik tentang empati dan inklusi sosial.
“Bapak itu berbeda. Beliau tidak datang sebagai pejabat, tapi sebagai seseorang yang benar-benar mendengarkan kami. Berkat beliau, kami tahu bahwa polisi juga punya hati yang lembut,” ucap Rara, Selasa (11/11/2025). “ Bagi Buher, kedekatan dengan komunitas disabilitas bukan ajang pencitraan. Ia menyebutnya sebagai panggilan kemanusiaan. Buher kerap menyambangi rumah-rumah anak difabel, menyalurkan bantuan berupa alat bantu gerak, biaya pendidikan, hingga rutin menyisihkan satu ekor sapi setiap Iduladha khusus untuk mereka. “Saya belajar banyak dari mereka, tentang ketulusan, semangat, dan rasa syukur. Tidak perlu menjadi hebat, cukup menjadi bermanfaat,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto. Meski kini bertugas di Jakarta sebagai Kabidhumas Polda Metro Jaya, kepedulian itu tak pernah padam. Di sela kesibukannya, Buher tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak binaannya di Malang. Ia masih sering menelepon untuk menanyakan kabar, memberi semangat, atau sekadar bercanda, seperti ayah yang tak pernah lupa pada anak-anaknya. Bagi komunitas disabilitas Malang Raya, sosok Buher menjadi simbol harapan dan keteladanan bahwa masih ada pejabat yang bekerja dengan nurani dan kehangatan. “Beliau mengajarkan kami agar tidak malu menjadi diri sendiri, dan terus berani bermimpi,” tutur Ayu, salah satu anak asuhnya. Atas dedikasi dan kepeduliannya, Kombes Pol Budi Hermanto telah menerima sejumlah penghargaan. Namun baginya, penghargaan sejati bukanlah piagam atau piala, melainkan tawa dan semangat anak-anak disabilitas yang kini kembali percaya bahwa mereka berharga. Kini, meski mengemban tanggung jawab baru di ibu kota, Buher tetap membawa semangat yang sama bahwa kekuatan seorang pemimpin tidak diukur dari pangkat, melainkan dari ketulusan hatinya dalam merangkul sesama. Kombes Pol Budi Hermanto bukan hanya perwira kepolisian, ia adalah Bapak Disabilitas, sosok yang menanamkan nilai kasih, empati, dan kemanusiaan yang melampaui batas jabatan dan seragam
https://detik.in/2025/11/27/kombes-pol-budi-hermanto-sosok-di-balik-julukan-bapak-disabilitas-malang-raya/?feed_id=37444&_unique_id=6927fd8aacae5

Tuesday, November 25, 2025

Kadiv Humas Ajak Kapolda dan Kapolres Sampaikan Kebaikan Polisi ke Publik

Kadiv Humas Ajak Kapolda dan Kapolres Sampaikan Kebaikan Polisi ke Publik Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa komunikasi publik adalah fondasi utama bagi Polri yang modern dan dipercaya masyarakat.  Pesan ini ia sampaikan di hadapan 36 Kapolda dan 508 Kapolres se-Indonesia pada Apel Kasatwil 2025, Selasa (25/11/2025), di Mako Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Bogor. Mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat”, apel berlangsung 24–26 November dan menjadi momentum konsolidasi besar bagi jajaran kepolisian. Dalam paparannya, Sandi mengingatkan bahwa kerja polisi sehari-hari harus diketahui publik sebagai bukti nyata kehadiran Polri. “Kebaikan polisi jangan ditutup-tutupi. Apa yang sudah dikerjakan anggota kita setiap hari harus sampai ke publik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kanal resmi seperti SPIT Media Hub dan Policetube kini menjadi sarana transparansi, sekaligus memudahkan masyarakat dan media mengakses informasi. Selain itu, Sandi mendorong penguatan PPID di setiap Polda dan Polres agar layanan informasi publik lebih profesional. Baca juga: Di Depan Tim Reformasi Polri, Sukahet Minta Polisi Tak Boleh Menahan Orang dengan Alasan Subjektif “Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi wujud penghormatan kita kepada hak masyarakat untuk tahu,” tegasnya. [embed]https://www.youtube.com/watch?v=wCZmxTOGDvk[/embed] Tak hanya soal transparansi, ia juga menyoroti ancaman hoaks dan provokasi di ruang digital.  Menurutnya, Polri harus hadir dengan narasi sejak pra-aksi, saat aksi, hingga pasca aksi agar ruang publik tidak dikuasai rumor. “Di era digital, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci. Kalau kita tidak hadir, framing sepihak akan menguasai ruang publik,” katanya. Menutup paparannya, Sandi mengajak seluruh Kapolda dan Kapolres menjadi penggerak utama transformasi komunikasi Polri. “Kita semua pengemban fungsi kehumasan. Di manapun kita bertugas, kewajiban kita adalah memuliakan profesi kepolisian melalui kerja yang baik dan komunikasi yang benar,” tandasnya. https://detik.in/2025/11/26/kadiv-humas-ajak-kapolda-dan-kapolres-sampaikan-kebaikan-polisi-ke-publik/?feed_id=37376&_unique_id=6926a86a08cff

Kadiv Humas ajak Kapolda dan Kapolres perkuat komunikasi publik

Kadiv Humas ajak Kapolda dan Kapolres perkuat komunikasi publik Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengajak Kapolda dan Kapolres untuk memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan layanan informasi agar kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat. Ia menekankan bahwa komunikasi publik yang baik adalah fondasi penting bagi Polri yang modern dan dipercaya masyarakat. "Kebaikan polisi jangan ditutup-tutupi. Apa yang sudah dikerjakan anggota kita setiap hari harus sampai ke publik karena itulah bukti bahwa Polri hadir dan bekerja untuk masyarakat," katanya dalam acara Apel Kasatwil 2025, Bogor, Selasa, dilansir dari keterangan dikonfirmasi. Kinerja kepolisian, kata dia, kini telah terdokumentasi melalui kanal resmi seperti Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) Media Hub dan Policetube yang menjadi sarana transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan media mengakses informasi. Selain itu, Sandi juga mengajak seluruh satuan kewilayahan untuk membangun layanan informasi publik yang profesional melalui penguatan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). "Sudah saatnya setiap Polda dan Polres memberikan layanan informasi publik yang terbuka dan tertib. Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi wujud penghormatan kita kepada hak masyarakat untuk tahu," ucapnya. Jenderal polisi bintang dua itu juga menekankan pentingnya respons cepat terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital serta perlunya komunikasi publik yang disiapkan sejak pra-aksi, saat aksi, hingga pasca aksi agar narasi tidak dipenuhi rumor. "Di era digital, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci. Kalau kita tidak hadir, ruang publik akan diisi oleh framing sepihak," ujarnya. Pada akhir paparannya, ia mengajak seluruh Kapolda dan Kapolres untuk menjadi penggerak utama transformasi komunikasi Polri. "Kita semua pengemban fungsi kehumasan. Dimanapun kita bertugas, kewajiban kita adalah memuliakan profesi kepolisian melalui kerja yang baik dan komunikasi yang benar," ucapnya. https://detik.in/2025/11/26/kadiv-humas-ajak-kapolda-dan-kapolres-perkuat-komunikasi-publik/?feed_id=37308&_unique_id=69269d65581bd

Monday, November 24, 2025

Kombes Pol Budi Hermanto Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kombes Pol Budi Hermanto Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)
Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. "Mohon waktu ya kami akan rilis segera," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
 
Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025). [embed]https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s[/embed]
Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023. Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro. Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan. Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman. Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan
https://detik.in/2025/11/25/kombes-pol-budi-hermanto-rilis-kasus-alvaro-bocah-hilang-yang-ditemukan-meninggal/?feed_id=36832&_unique_id=6924982e4ed20

Polisi Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Polisi Rilis Kasus Alvaro Bocah Hilang yang Ditemukan Meninggal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. (Beritasatu.com/Andrew Tito)
Polisi akan memberikan keterangan resmi soal kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) anak yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, keterangan resmi akan disampaikan seiring perkembangan kasus. "Mohon waktu ya kami akan rilis segera," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (24/11/2025).
 
Diketahui, keluarga menyebut tersangka yang juga ayah tiri Alvaro meninggal dunia saat ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan. “Ini tersangka meninggal, katanya bunuh diri di Polres dekat Blok M,” ujar nenek Alvaro, Sayem, Senin (24/11/2025). [embed]https://www.youtube.com/watch?v=WVLirQ71z_s[/embed]
Pelaku, bernama Alex, ditangkap pada Rabu (19/11/2025) malam dan dikabarkan meninggal Sabtu (21/11/2025) pagi. “Sudah dikubur di Tangerang,” kata Sayem. Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, sebelumnya menyatakan, pelaku adalah ayah tirinya Alvaro Bernama Alex diketahui menikah dengan ibu korban sejak 2023. Polisi menemukan Alvaro dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang selama 8 bulan. Tes DNA tengah dilakukan untuk memastikan identitas kerangka yang diduga sebagai Alvaro. Proses penyelidikan menghadapi sejumlah kendala, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari. Selain itu, laporan keluarga mengenai hilangnya Alvaro tidak diterima tepat pada hari kejadian. Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi, pihak sekolah, keluarga, serta pesan langsung di media sosial dan saluran aduan Kapolsek untuk menuntaskan penyelidikan. Kakek korban, Tugimin (71), menduga Alvaro diculik oleh seseorang yang mengaku sebagai ayahnya. Polisi belum membeberkan penyebab kematian tersangka maupun rinciannya, karena kasus masih dalam pendalaman. Kasus ini menimbulkan sorotan publik terkait keselamatan anak dan proses hukum terhadap pelaku yang meninggal saat dalam tahanan, sehingga kepolisian berjanji mengungkap fakta secara transparan
https://detik.in/2025/11/25/polisi-rilis-kasus-alvaro-bocah-hilang-yang-ditemukan-meninggal/?feed_id=36764&_unique_id=6924941f7458e

Sunday, November 23, 2025

Fakta Sebenarnya! Polda Metro Tegaskan MAF Bukan Anak Propam, Mobil di Bogor Hasil Takeover Kredit

Fakta Sebenarnya! Polda Metro Tegaskan MAF Bukan Anak Propam, Mobil di Bogor Hasil Takeover Kredit   Kontroversi mengenai seorang pria yang mengaku sebagai anak anggota Propam Polda Metro Jaya dan menggunakan mobil yang diklaim sebagai barang bukti (BB) Polsek untuk berjalan-jalan di Mal BTM Bogor akhirnya menemui titik terang. Polda Metro Jaya secara resmi buka suara meluruskan informasi yang terlanjur viral di media sosial, menegaskan bahwa klaim pria berinisial MAF tersebut adalah tidak benar. Tepis Kabar Viral, Polda Metro Ungkap Fakta Sebenarnya Insiden ini bermula dari video cekcok di area parkir antara MAF dengan sejumlah orang yang diduga debt collector. Dalam video yang diunggah oleh akun seperti @undercover.id, MAF secara lantang mengaku sebagai anak Propam sekaligus menyebut mobil yang ia kendarai berstatus barang bukti pinjaman dari Polsek. Menanggapi kehebohan di ruang digital, Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombespol Bhudi Hermanto, segera memberikan klarifikasi resmi pada Minggu (23/11/2025). 1. Bantahan Klaim Anak Propam Kombespol Bhudi Hermanto dengan tegas membantah pengakuan MAF. Ia memastikan bahwa MAF sama sekali tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan anggota Propam Polda Metro Jaya. “Kami dari Polda Metro Jaya akan menyampaikan informasi dan fakta. Yang pertama adalah tidak benar bahwa saudara MAF ataupun orang tuanya sebagai anggota Propam Polda Metro Jaya,” kata Bhudi dalam keterangannya. 2. Status Mobil: Bukan Barang Bukti Hukum Selain membantah status keanggotaan keluarga MAF, Polda Metro Jaya juga meluruskan status mobil yang menjadi objek cekcok. Mobil tersebut, yang sempat diklaim MAF sebagai “barang bukti Polsek” yang dipinjamkan, ternyata bukanlah barang bukti yang terikat dalam proses hukum di Polda Metro Jaya. Melainkan, kendaraan tersebut diduga kuat merupakan hasil dari takeover kredit. MAF Berdalih Terpaksa Mengaku Karena Terintimidasi Dalam laporan lanjutan, terungkap bahwa MAF memberikan alibi atas pengakuan bohongnya. Pria tersebut mengaku terpaksa melontarkan klaim sebagai anak Propam dan menggunakan mobil BB karena merasa diintimidasi oleh debt collector yang mencegatnya di area parkir. Tindakan MAF, yang kini diketahui sedang berada di Yogyakarta, jelas menimbulkan kebingungan dan kegaduhan di masyarakat, serta merugikan citra institusi Polri. Polda Metro Jaya Lakukan Pendalaman dan Pemanggilan Hingga saat ini, petugas kepolisian sedang mendalami motif dan meminta keterangan dari MAF. Pihak Polda Metro Jaya ingin mempertanyakan maksud dan tujuan MAF menyampaikan klaim bohong tersebut di hadapan publik dan mengapa video pengakuannya sampai beredar luas. “Kami akan mempertanyakan maksud dan tujuan menyampaikan pertanyaan tersebut dari akun yang kami terima beredar di masyarakat. Demikian yang bisa kami sampaikan untuk meluruskan informasi, sehingga tidak bias di masyarakat,” tukas Bhudi. Klarifikasi cepat dari Polda Metro Jaya ini diharapkan dapat meluruskan narasi yang bias di tengah masyarakat, sekaligus menggarisbawahi pentingnya verifikasi informasi sebelum beredar luas di media sosial. https://detik.in/2025/11/24/fakta-sebenarnya-polda-metro-tegaskan-maf-bukan-anak-propam-mobil-di-bogor-hasil-takeover-kredit/?feed_id=36696&_unique_id=69237668067bd

Saturday, November 22, 2025

Prestasi Polri: Divisi Humas Raih Nugraha Sakanti dari Presiden

Prestasi Polri: Divisi Humas Raih Nugraha Sakanti dari Presiden Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) baru-baru ini mengukir sejarah gemilang dengan menerima penghargaan bergengsi Nugraha Sakanti langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penganugerahan ini, yang diberikan bertepatan dengan Peringatan Hari Bhayangkara ke-79, merupakan pengakuan tertinggi atas karya nyata, inovasi, dan dedikasi tinggi satuan kerja Polri yang telah memberikan manfaat signifikan bagi bangsa dan negara. Simbol Pengakuan atas Dedikasi dan Inovasi Penghargaan Nugraha Sakanti ini diberikan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 49 TK Tahun 2025. Divisi Humas Polri, bersama enam satuan kerja (Satker) lainnya di jajaran Polri, dinilai berhasil menjalankan transformasi dan inovasi, terutama dalam memperkuat komunikasi publik dan menjunjung tinggi transparansi informasi. Pencapaian ini menjadi penegasan bahwa Divisi Humas telah berhasil membangun jembatan komunikasi yang efektif antara institusi Polri dan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Sandi Nugroho sebagai Kadiv Humas Polri, divisi ini terus berupaya merealisasikan konsep "Polri yang Presisi" (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) dalam setiap langkahnya. Strategi Komunikasi Menuju Indonesia Emas 2045 Penerimaan Nugraha Sakanti bukan hanya sebatas perayaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik. Divisi Humas Polri berkomitmen untuk: Menjunjung Transparansi: Menyajikan informasi yang akurat, cepat, dan terpercaya kepada publik. Menebar Kebaikan: Mengedukasi masyarakat mengenai program dan capaian Polri. Mewujudkan Asta Cita: Mendukung program pemerintah untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan keamanan dan kesejahteraan. Penghargaan ini menjadi kado spesial yang menandai keberhasilan Divisi Humas dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital, di mana kecepatan dan akurasi informasi menjadi kunci. Ini adalah cerminan dari dedikasi Polri untuk selalu terbuka terhadap kritik dan saran, menjadikannya energi untuk pembenahan yang berkelanjutan. Divisi Humas Polri telah membuktikan bahwa komunikasi yang efektif adalah pilar penting dalam mewujudkan sosok Polri yang lebih dekat, humanis, dan melayani masyarakat.     https://detik.in/2025/11/23/prestasi-polri-divisi-humas-raih-nugraha-sakanti-dari-presiden/?feed_id=36628&_unique_id=6922b884522ec

Thursday, November 20, 2025

Survei RPI: 79,8 Kinerja Penegak Hukum Di Indonesia Polisi Dinilai Terbaik

Survei RPI: 79,8 Kinerja Penegak Hukum Di Indonesia Polisi Dinilai Terbaik   Jakarta - Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Polri mencapai 79,8 persen, menurut hasil survei nasional Rumah Politik Indonesia (RPI). Temuan ini menempatkan Polri sebagai lembaga penegak hukum dengan kinerja terbaik berdasarkan penilaian masyarakat. Direktur RPI Fernando Emas menjelaskan bahwa publik memberikan apresiasi tertinggi karena Polri dinilai memiliki jangkauan dan struktur organisasi yang memadai. “Sebanyak 19,3 persen responden menyebut faktor jangkauan dan struktur organisasi yang luas sebagai alasan utama,” ujarnya, Kamis (20/11/2025). [embed]https://www.youtube.com/watch?v=yjEIzoNyyzQ[/embed] Selain itu, modernisasi teknologi kepolisian menjadi alasan kedua terbesar dengan 18,1 persen, disusul kolaborasi antarlembaga 14,5 persen, serta peningkatan kualitas SDM 11,9 persen. Publik juga menilai positif respons cepat Polri terhadap kejahatan (11,2 persen), reformasi birokrasi dan pelayanan publik (9,8 persen), serta keberhasilan mengungkap kasus besar (9,1 persen). Sementara 6,1 persen responden memilih tidak tahu atau tidak menjawab. Fernando menilai bahwa meski lembaga penegak hukum tengah menjadi sorotan, masyarakat masih menaruh harapan kuat terhadap agenda pemantapan supremasi hukum. Ia menegaskan bahwa proses reformasi yang dijalankan Polri melalui Tim Transformasi Reformasi berjalan sejalan dengan Komite Percepatan Reformasi yang dibentuk Presiden. “Tidak ada resistensi dari Polri terhadap tuntutan publik. Ini langkah yang patut diapresiasi,” kata Fernando. Dalam survei yang sama, RPI juga mengukur tingkat kepercayaan terhadap lintas lembaga penegak hukum. Polri memperoleh 20,5 persen, bersaing ketat dengan Kejaksaan Agung yang meraih 19,9 persen. Di bawahnya, Mahkamah Agung mencatat 18,5 persen, Komisi Yudisial 16,5 persen, Komisi Pemberantasan Korupsi 12,9 persen, dan Mahkamah Konstitusi 9,5 persen. Sebanyak 2,2 persen responden tidak memberikan jawaban. Diketahui, Survei RPI dilakukan pada 9–15 November 2025 terhadap 1.280 responden berusia minimal 17 tahun dari 38 provinsi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Survei memiliki margin of error 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. https://detik.in/2025/11/20/survei-rpi-798-kinerja-penegak-hukum-di-indonesia-polisi-dinilai-terbaik/?feed_id=36560&_unique_id=691f16f035874

Wednesday, November 19, 2025

Polri Klarifikasi Jumlah Anggotanya di Jabatan Sipil, Hanya 300 Personel Isi Posisi Manajerial

Polri Klarifikasi Jumlah Anggotanya di Jabatan Sipil, Hanya 300 Personel Isi Posisi Manajerial

 Polri menegaskan bahwa jumlah anggota kepolisian aktif yang bertugas di jabatan sipil tidak sebanyak yang diberitakan publik. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan, hanya sekitar 300 personel yang mengisi posisi manajerial di luar struktur kepolisian.

“Kalau tadi dari pemaparan, jumlahnya jauh berbeda dengan yang disampaikan media. Kalau tidak salah sekitar 300-an yang duduk di jabatan manajerial,” ujar Sandi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Sandi membantah kabar yang menyebut ribuan polisi menduduki jabatan strategis di instansi sipil. Ia menegaskan bahwa angka yang lebih besar, yakni lebih dari 4.000 personel, bukanlah pejabat manajerial, melainkan petugas di posisi nonstruktural. “Bukan 4.132 itu semuanya menduduki jabatan sipil yang manajerial yang memengaruhi meritokrasi. Bukan. Sekitar 300-an yang ada. Kemudian yang lain adalah jabatan-jabatan pendukung yang nonmanajerial,” jelasnya.

Jabatan nonmanajerial yang dimaksud meliputi staf, ajudan, pengawal, dan berbagai fungsi pendukung lainnya di kementerian dan lembaga.

Lebih lanjut, Sandi mengungkapkan bahwa Polri telah membentuk kelompok kerja (pokja) untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penugasan anggota Polri di luar struktur kepolisian. Pokja itu ditugaskan melakukan kajian agar implementasi aturan berlangsung jelas dan tidak menimbulkan multitafsir.

https://detik.in/2025/11/20/polri-klarifikasi-jumlah-anggotanya-di-jabatan-sipil-hanya-300-personel-isi-posisi-manajerial/?feed_id=36288&_unique_id=691e2fe49a156