Friday, December 26, 2025
Pak Polisi Tolong Bersihin Sekolah Kami
Tangani Banjir Sumatera, Polri Siapkan Ekskavator dan Truk Dump
Tangani Banjir Sumatera, Polri Siapkan Ekskavator dan Truk Dump
Thursday, December 25, 2025
Irjen Pol. Sandi Nugroho Sampaikan Pesan Damai Natal dan Optimisme Sambut Tahun Baru 2026
Kapolri Tegas Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026
Kapolri Tegas Tak Izinkan Pesta Kembang Api di Malam Tahun Baru 2026
Mabes Polri memastikan tidak mengizinkan pesta kembang api berlangsung saat perayaan malam pergantian tahun di seluruh Indonesia pada Rabu pekan depan (31/12).
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal itu saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta.
Menurut dia, bencana alam di Sumatera dan beberapa daerah lain menjadi salah satu alasan diambilnya keputusan tersebut.
”Dari Mabes Polri, kami tidak memberikan izin untuk perayaan kembang api yang biasa dilaksanakan di tutup tahun,” ungkap Sigit, dikutip Rabu (24/12).
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut menyatakan bahwa situasi sulit yang dialami oleh masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah menjadi duka bersama.
Sigit menyebutkan, kondisi itu menuntut empati dan kepekaan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Sehingga instansinya memutuskan tidak mengeluarkan izin pesta kembang api.
Menurut mantan Kabareskrim Polri tersebut, pesta kembang api di tengah situasi duka di banyak daerah di Indonesia tidak tepat. Apalagi fokus pemerintah saat ini adalah upaya pemulihan pasca bencana alam.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun sebagai refleksi dan mengisi momen itu dengan memanjatkan doa bersama bagi mereka korban terdampak.
”Kami imbau kepada masyarakat agar kegiatan-kegiatannya lebih banyak digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat doa untuk Sumatera, doa untuk negeri,” ajaknya.
Berkaitan dengan urusan teknis, Sigit menyampaikan bahwa seluruhnya disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
Namun dia meminta agar seluruh jajaran polda dan polres berperan aktif dengan mengeluarkan imbauan dan melakukan pengawasan kegiatan perayaan tahun baru.
Dia ingin pergantian tahun ini juga aman dan terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya. ”Tentunya secara teknis nanti Polda yang akan mengimbau,” imbuhnya.
Mabes Polri sudah melaksanakan Operasi Lilin 2025 untuk mengawal perayaan tahun baru dan pelaksanaan ibadah Natal.
Operasi tersebut melibatkan ratusan ribu personel. Baik Polri, TNI, pemerintah daerah, maupun petugas dari instansi terkait lainnya.
Malam ini, sejumlah pejabat tinggi negara sudah turun ke lapangan untuk memastikan ibadah malam Natal berjalan aman dan lancar.
https://bloggerpolri.com/index.php/2025/12/25/kapolri-tegas-tak-izinkan-pesta-kembang-api-di-malam-tahun-baru-2026/?feed_id=11807&_unique_id=694d25920552eTuesday, December 23, 2025
Jenderal Listyo Sigit Pimpin Apel Kebangsaan Banser Perkuat Sinergi Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri hadir didampingi jajaran pejabat utama Mabes Polri, yakni Kabaintelkam Polri Komjen Pol Yuda Gustawan, Kadivpropam Polri Irjen Pol Abdul Karim, serta Kadivhumas Polri Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho.
Apel Kebangsaan Banser ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pimpinan organisasi keagamaan. Turut hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor H. Addin Jauharudin, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Mustofa Said Aqil Siradj, Sekretaris Jenderal PP GP Ansor H. Rifqi Al Mubarok, serta Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser Muhammad Syafiq Syauqi. Selain itu, hadir pula Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., serta Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.I.P., M.I.P., M.Han.
Apel Kebangsaan ini menjadi simbol kesiapsiagaan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam mendukung pengamanan perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru.
Sebanyak 11.135 personel Banser dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah dikerahkan dan siap bersinergi dengan Polri, TNI, serta unsur terkait lainnya guna menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolri menegaskan bahwa Apel Kebangsaan Banser bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis yang mencerminkan komitmen kebangsaan. “Apel Kebangsaan Banser ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan momentum penting yang menunjukkan komitmen Banser untuk terus menjaga persatuan, keamanan, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kapolri.
Kapolri juga menekankan peran strategis Banser dalam pengamanan momentum akhir tahun. Menurutnya, keterlibatan Banser merupakan bagian penting dari upaya bersama menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. “Banser memiliki peran strategis dalam berbagai elemen penting, salah satunya dalam pelaksanaan operasi pelayanan kemanusiaan serta pengamanan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolri.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan apresiasi atas semangat dan ketangguhan kader Banser yang tetap solid mengikuti apel. “Saya yakin rekan-rekan Banser, semakin siang justru semakin kuat, semakin solid, dan semakin gagah dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kapolri melakukan penyematan rompi Banser Lalu Lintas (Balantas) secara simbolis, sekaligus menyerahkan Anugerah Keberagaman dan Kemanusiaan “Riyanto Award” 2025 kepada para penerima sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, kerukunan, dan kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara Polri, Banser, TNI, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung aman, damai, dan kondusif, sekaligus memperkokoh komitmen kebangsaan dan toleransi di tengah keberagaman Indonesia.
https://bloggerpolri.com/index.php/2025/12/23/jenderal-listyo-sigit-pimpin-apel-kebangsaan-banser-perkuat-sinergi-pengamanan-natal-2025-dan-tahun-baru-2026/?feed_id=10652&_unique_id=694a792e1197b
Monday, December 22, 2025
Kapolda Metro Jaya Cek Gereja Jelang Natal 2025, Brimob Siap Turunkan Jibom dan K9
Kapolda Metro Jaya Cek Gereja Jelang Natal 2025, Brimob Siap Turunkan Jibom dan K9
Turunkan Tim Jibom dan K9
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto mengaku akan melakukan sterilisasi gereja demi kelancaran ibadah Natal 2025. Bahkan, Polda Metro Jaya melalui Korps Brimob tidak ragu menerjunkan tim penjinak bom maupun K-9 (anjing pelacak). "Ya, nanti kita akan melihat situasinya apabila memang harus turun K-9 dari Satwa ataupun sterilisasi dari Jibom ya. Ini melihat situasi bergulir tergantung nanti informasi dari Pak Kapolres Metro termasuk analisa dari intelijen," tegasnya, Senin (22/12/2025) malam.Kapolda Metro Jaya Tinjau Pospam Stasiun Gambir, Pastikan Pelayanan Optimal
Kapolda Metro Jaya Tinjau Pospam Stasiun Gambir, Pastikan Pelayanan Optimal
Ini Profil Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sosok Di Balik Pengungkapan 2 Ton Sabu
Ini Profil Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto Sosok Di Balik Pengungkapan 2 Ton Sabu,

Pengungkapan Terbesar dalam Sejarah Pemberantasan Narkoba
Kasus penyelundupan 2 ton sabu ini tidak hanya besar dari sisi jumlah barang bukti, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat. Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut, penggagalan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika. Dalam operasi ini, BNN juga berhasil mengamankan Dewi Astutik di Kamboja, yang diduga menjadi aktor utama sekaligus pengendali jaringan peredaran narkotika internasional. Dewi diketahui terhubung dengan jaringan besar lintas kawasan Asia dan Afrika, serta masuk dalam daftar buronan internasional. Keberhasilan ini menempatkan pengungkapan 2 ton sabu sebagai salah satu operasi paling signifikan, melampaui sejumlah kasus besar sebelumnya. Salah satunya penggerebekan 1 ton sabu di Banten pada 2017 maupun pengungkapan ratusan kilogram sabu di masa pandemi Covid-19.Kepala BNN Suyudi Ario Seto, Sosok di Balik Operasi
Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto semakin dikenal publik setelah pengungkapan kasus tersebut. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia sejak 25 Agustus 2025, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin BNN menghadapi tantangan kejahatan narkotika yang semakin kompleks dan lintas negara.Latar Belakang dan Pendidikan
Komjen Pol Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Untuk memperkuat kapasitas profesional dan kepemimpinannya, Suyudi menempuh pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018. Latar belakang pendidikan ini membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas, sistematis, dan berbasis intelijen.Rekam Jejak Karier di Kepolisian
Karier Suyudi dimulai di lingkungan Polda Metro Jaya dan didominasi penugasan di bidang reserse. Sejumlah jabatan penting pernah ia emban, antara lain:- Kanit II Resmob Polda Metro Jaya
- Kapolsek Metro Pasar Minggu
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan
- Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya
- Kapolres Metro Jakarta Pusat
- Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2019)
- Wakapolda Metro Jaya (2023)
- Kapolda Banten (2024)
Dilantik sebagai Kepala BNN RI
Pada pertengahan 2025, Suyudi Ario Seto dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala BNN RI, menggantikan Marthinus Hukom. Pelantikannya didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 118/TPA Tahun 2025. Penunjukan ini menandai fase baru dalam kepemimpinan BNN, dengan fokus pada penguatan intelijen, kolaborasi global, dan pendekatan yang lebih preventif dalam memerangi peredaran narkotika.Deretan Tanda Jasa dan Penghargaan
Sepanjang kariernya, Suyudi telah menerima berbagai tanda kehormatan atas dedikasi dan pengabdiannya, antara lain:- Bintang Bhayangkara Pratama
- Bintang Bhayangkara Nararya
- Satyalancana Pengabdian (8, 16, dan 24 tahun)
- Satyalancana Ksatria Bhayangkara
- Satyalancana Karya Bhakti
- Satyalancana Bhakti Pendidikan
- Satyalancana Bhakti Nusa dan Dharma Nusa
Kepemimpinan Tegas Hadapi Kejahatan Narkotika
Di bawah kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto, BNN menunjukkan arah kebijakan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pencegahan dini. Penangkapan buronan Interpol serta penggagalan penyelundupan sabu dalam jumlah fantastis menjadi bukti nyata pendekatan tersebut. Dengan mengedepankan kerja sama lintas negara dan penguatan intelijen, Suyudi menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang terus berkembang. Keberhasilan mengungkap 2 ton sabu bukan hanya catatan prestasi, tetapi juga simbol perang melawan narkoba yang membutuhkan kepemimpinan kuat, kolaborasi global, dan konsistensi penegakan hukum.Di Balik Pengungkapan 2 Ton Sabu, Ini Profil Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Di Balik Pengungkapan 2 Ton Sabu, Ini Profil Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto

Pengungkapan Terbesar dalam Sejarah Pemberantasan Narkoba
Kasus penyelundupan 2 ton sabu ini tidak hanya besar dari sisi jumlah barang bukti, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat. Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto menyebut, penggagalan tersebut berpotensi menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari ancaman bahaya narkotika. Dalam operasi ini, BNN juga berhasil mengamankan Dewi Astutik di Kamboja, yang diduga menjadi aktor utama sekaligus pengendali jaringan peredaran narkotika internasional. Dewi diketahui terhubung dengan jaringan besar lintas kawasan Asia dan Afrika, serta masuk dalam daftar buronan internasional. Keberhasilan ini menempatkan pengungkapan 2 ton sabu sebagai salah satu operasi paling signifikan, melampaui sejumlah kasus besar sebelumnya. Salah satunya penggerebekan 1 ton sabu di Banten pada 2017 maupun pengungkapan ratusan kilogram sabu di masa pandemi Covid-19.Kepala BNN Suyudi Ario Seto, Sosok di Balik Operasi
Nama Komjen Pol Suyudi Ario Seto semakin dikenal publik setelah pengungkapan kasus tersebut. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia sejak 25 Agustus 2025, setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. Suyudi dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan rekam jejak panjang di bidang reserse dan penegakan hukum. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memimpin BNN menghadapi tantangan kejahatan narkotika yang semakin kompleks dan lintas negara.Latar Belakang dan Pendidikan
Komjen Pol Suyudi Ario Seto lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1994. Untuk memperkuat kapasitas profesional dan kepemimpinannya, Suyudi menempuh pendidikan lanjutan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2018. Latar belakang pendidikan ini membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas, sistematis, dan berbasis intelijen.Rekam Jejak Karier di Kepolisian
Karier Suyudi dimulai di lingkungan Polda Metro Jaya dan didominasi penugasan di bidang reserse. Sejumlah jabatan penting pernah ia emban, antara lain:- Kanit II Resmob Polda Metro Jaya
- Kapolsek Metro Pasar Minggu
- Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan
- Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya
- Kapolres Metro Jakarta Pusat
- Dirreskrimum Polda Metro Jaya (2019)
- Wakapolda Metro Jaya (2023)
- Kapolda Banten (2024)
Dilantik sebagai Kepala BNN RI
Pada pertengahan 2025, Suyudi Ario Seto dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kepala BNN RI, menggantikan Marthinus Hukom. Pelantikannya didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 118/TPA Tahun 2025. Penunjukan ini menandai fase baru dalam kepemimpinan BNN, dengan fokus pada penguatan intelijen, kolaborasi global, dan pendekatan yang lebih preventif dalam memerangi peredaran narkotika.Deretan Tanda Jasa dan Penghargaan
Sepanjang kariernya, Suyudi telah menerima berbagai tanda kehormatan atas dedikasi dan pengabdiannya, antara lain:- Bintang Bhayangkara Pratama
- Bintang Bhayangkara Nararya
- Satyalancana Pengabdian (8, 16, dan 24 tahun)
- Satyalancana Ksatria Bhayangkara
- Satyalancana Karya Bhakti
- Satyalancana Bhakti Pendidikan
- Satyalancana Bhakti Nusa dan Dharma Nusa
Kepemimpinan Tegas Hadapi Kejahatan Narkotika
Di bawah kepemimpinan Komjen Pol Suyudi Ario Seto, BNN menunjukkan arah kebijakan yang lebih terstruktur dan berorientasi pada pencegahan dini. Penangkapan buronan Interpol serta penggagalan penyelundupan sabu dalam jumlah fantastis menjadi bukti nyata pendekatan tersebut. Dengan mengedepankan kerja sama lintas negara dan penguatan intelijen, Suyudi menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika yang terus berkembang. Keberhasilan mengungkap 2 ton sabu bukan hanya catatan prestasi, tetapi juga simbol perang melawan narkoba yang membutuhkan kepemimpinan kuat, kolaborasi global, dan konsistensi penegakan hukum.Sunday, December 21, 2025
Siapa Sebenarnya Komjen Suyudi Ario Seto? Jenderal Bintang 3 Kepercayaan Prabowo yang sedang Viral
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pengamanan-gereja-Salvator2.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/SUYUDI-KEPALA-BNN-Brigjen-Pol-Suyudi-Ario-Seto-Kepala-Badan-Narkotika-Nasional.jpg)