Pages

Hosting

Big on Hosting. Unlimited Space & Unlimited Bandwidth

Tuesday, June 27, 2017

Ketika Kita Marah dengan Cara Santun, Apakah Ada Yang Salah dan Menjadi Rendah

Detik.in –  Dari sahabat Sulaiman bin Surd, beliau menceritakan, “Suatu hari saya duduk bersama Rasulullah. Ketika itu ada dua orang yang saling memaki. Salah satunya telah merah wajahnya dan urat lehernya memuncak. Kemudian Rasulullah bersabda, ‘Sungguh saya mengetahui ada satu kalimat, jika dibaca oleh orang ini, marahnya akan hilang. Jika dia membaca ta’awudz: A’-uudzu billahi minas syaithanir rajiim, marahnya akan hilang’. (HR. Bukhari dan Muslim).

Marah memang lumrah. Akan tetapi sebegitukah apabila kita marah harus seperti orang kesurupan yang hilang kendali. Atau seperti hewan yang menggunakan otot dan taringnya.  Sehingga tidak memikirkan lagi apa dampak buruk dari perbuatan itu baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.

Kita bisa kalau mau. Mengubah kekuatan dasyat amarah menjadi satu kekuatan positif yang lebih bermanfaat dari pada berdampak negatif pada akkhirnya.

Apalagi marah yang hanya dikarenakan oleh kesalahan yang sepele. Bukankah disamping tidak baik untuk kesehatan juga akan hanya membuat malu diri kita atau orang lain. Kenapa harus marah jika hakikatnya hanya ingin kita dianggap paling kuat, harus dipentingkan, ditakuti atau bahkan menunjukkan diri yang paling benar.

Akankah lebih baik jika keinginan semua itu jika kita upayakan dengan cara santun.  Ada baiknya kemarahan itu kita lampiaskan dengan cara elok. Kita semua pastinya yakin, bahwa  inti dari kemarahan hanyalah penyampaian untuk menunjukkan atau agar dia ( yang kita marahi) faham dan tahu yang seharusnya. Kan, tidak juga harus dengan melotot, mencaci, memukul dan perbuatan lain yang tidak selayaknya tho..?!

Ups, jadi minterin nich hehehe…oke, acuhkan saja jika dirasa tidak bermanfaat. Kali ini saya hanya akan berbagi, Tips bagaimana mengatasi Marah. Seperti yang dianjurkan oleh Rosulullohi sholallohu’alaihi wassalam. Yang diantara tuntunannya adalah sebagai berikut :

Ketika marah diamlah. Biasanya bawaan orang marah adalah ngomel, nrocos, mbentak atau ngoceh tanpa aturan. Sehingga bisa jadi dia bicara sesuatu yang mengundang murka Allah, mengkafirkan, melaknat, menjek-jelekan, menghina dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, diam merupakan solusi atau bisa menjadi tips mujarab untuk menghindari timbulnya dosa yang lebih besar.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Jika kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

Ucapan kekafiran, celaan berlebihan, mengumpat takdir, dan seterusnya, bisa akan dicatat oleh Allah sebagai tabungan dosa. Rasulullah mengingatkan, “Sesungguhnya ada hamba yang mengucapkan satu kalimat, yang dia tidak terlalu memikirkan dampaknya, namun menggelincirkannya ke neraka yang dalamnya sejauh timur dan barat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan sekiranya hadits ini cukup untuk pengendalian kita dari nyletuk yang bukan-bukan ketika marah.

Atau merendahlah, merendah bukan berarti rendah bukan? Seperti yang saya singgung diatas, salah satu kecenderungan orang marah adalah ingin selalu lebih tinggi, dan lebih-lebih lainnya. Semakin dituruti, dia semakin ingin lebih tinggi bisa melampiaskan amarahnya sepuasnya.

Karena itulah, Rasulullah memberikan saran  sebaliknya. Yakni, agar marah diredam dengan mengambil posisi yang lebih rendah dan lebih rendah. Dari Abu Dzar, Rasulullah menasehatkan, “Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth).

Dan yang terakhir, Marah yang jelas dari setan, karena setan terbuat dari api. Panas api akan bisa dadamkan dengan air yang dingin. Terdapat hadis dari Urwah As-Sa’di, yang mengatakan, “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784).

Semoga bermanfaat…

 

 

 



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2sfp90N
via IFTTT

Keunikan Tradisi Lebaran Di Berbagai Negara Di Dunia

Berikut Tips Memilih Mobil Bekas

3 Titik Ini untuk Bikin Wanita Benar Benar ‘Melayang’

Berikut Trik Jitu Hadapi Pria Egois

Detik Solusi , Jakarta Menghadapi pria egois memang gampang-gampang susah. Anda harus lebih lihai, cepat tanggap, dan bisa mengadang egonya sebelum semakin meninggi.

Seperti dilansir laman Buzz Feed, Jumat (23/6/2017), psikolog klinis memberikan trik jitu menghadapi pria egois.

1. Ulang apa yang ia katakan

Pria egois cenderung tidak suka dibantah atau dipotong saat ia sedang berbicara. Andrea Bonior, PhD, psikolog klinis, menyarankan agar pasangan wanita bisa menanggapi ucapan atau obrolan dengan santai.

“Jika dia merasa tidak didengarkan, mereka akan terus bicara. Untuk mengatasinya, Anda hanya perlu merespons omongannya atau mengulang apa yang ia katakan tadi. Ini bisa menjadi cara Anda untuk mengalihkan perhatian dia,” kata Bonior.

2. Jangan lakukan pembelaan

Susan Fee, penasihat klinis dan penulis dari buku: 101 Ideas & Insights About Resolving Conflict, mengatakan saat egonya muncul lebih besar, ia tidak akan peduli dengan apa yang telah Anda perbuat. Terlalu sulit bagi pria egois mengubah perasaannya. Ia akan selalu menyalahkan Anda.

3. Jauhkan sementara

Bonior mengatakan saat pria egois meninggikan egonya, lebih baik hindari atau jauhkan dia sementara waktu. Sebab, semakin Anda mendekatinya, perasaan dan pikiran Anda akan terdistorsi dan itu akan mengganggu produktivitas seharian penuh. 



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2ufJtf4
via IFTTT

Hindari 5 Hal Ini di Pagi Hari Biar Mood Kamu Tetap Terjaga

Beberapa faktor membuatmu tak boleh haus saat menyetir kendaraan

Detik Indonesia  – Menyetir kendaraan adalah salah satu pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Dan agar bisa berkonsentrasi dengan baik, kamu perlu kondisi fisik yang prima. Termasuk tak boleh kehausan atau dehidrasi. Sebabnya saat kamu haus atau dehidrasi, maka akan terjadi beberapa hal berikut ini.

  • Penelitian terbaru menemukan bahwa pengemudi yang mengalami dehidrasi akan banyak melakukan kesalahan saat mengemudi.
  • Dehidrasi akan membuat kewaspadaan berkurang dan kamu bisa salah dalam pengambilan keputusan.
  • Kesabaran juga akan menurun saat kamu dehidrasi. Rasa kantuk pun bisa timbul.
  • Kecelakaan yang terjadi sebagian besar disebabkan karena kesalahan manusia dan kesalahan ini bisa muncul saat manusia mengalami dehidrasi.

Itulah beberapa hal yang mungkin terjadi pada dirimu saat kamu mengalami kehausan ketika mengemudi. Oleh karena itu jangan sampai kamu dehidrasi dan menyetir, apalagi saat kamu menjalankan kendaraan di tengah arus mudik atau arus balik seperti saat ini.



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2ufclUL
via IFTTT

Reuni Keluarga Besar Kombes Pol Drs.Wahyudi Hidayat Di Kandangan Kediri

KEDIRI – Acara syukuran dan reuni keluarga besar Bani Barnawi dan Banu Abubakar ( keluarga besar dari Kombes Pol. Drs Wahyudi Hidayat dilaksanakan dirumah Kombes Pol Drs. Wahyudi Hidayat Irwasda Polda Jatim Selasa 27/06 siang di jalan Raya Kandangan Kecamatan Kandangan Kab Kediri. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres dan Wakapolres Kediri, Kasatlantas Polres Kediri serta beberapa Kapolsek jajaran Polres Kediri. Acara dimulai dengan kirim doa serta tahlil kepada para leluhur atau buyut dari keluarga besar Banu Barnawi, serta dilanjutkan siraman rohani atau tausiyah oleh tokoh agama.

Kombes Pol Drs Wahyudi Hidayat dalam sambutannya mengucapkan ahlan wasahlan kepada para saudara saudara keluarga besar Banu Barnawi yang sudah hadir untuk berkumpul serta bersilaturahmi di hari lebaran ini. “Alhamdulilah, ikatan Silsilah keluarga Banu Narnawi dan Banu Abubakar  acara siang ini bisa dihadiri oleh seluruh keluarga besar Banu Barnawi dari berbagai luar daerah,” kata Kombespol Wahyudi Hidayat.

Bercerita diselingi guyonan tentang keluarga yang sekarang menjadi keluarga besar Drs Wahyudi Hidayat juga bercerita sedikit. Acara berjalan dengan lancar kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah atau menikmati hidangan syukuran reoni oleh Kombes Pol. Drs. Wahyudi Hidayat dalam merangkul keluarga.

Sementara itu sejumlah personil pengamanan dari jajaran Polsek Kandangan Polres Kediri dikerahkan guna mengatur lalu lintas kendaraan yang berada di depan kediamanan Kombes pol. Drs Wahyudi Hidayat.  Hingga acara usai situsi berlangsung aman dan tertib. (tag-har)



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2thkdHJ
via IFTTT

KAPOLRES JEMBER INSTRUKSIKAN JAJARANNYA UNTUK LEBIH WASPADA DAN MENINGKATKAN KEAMANAN MASYARAKAT.

Polda Jatim – Polda Jawa Timur, Guna mengantisipasi serangan, sporadis kelompok teroris terhadap polisi, kapolres jember AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH menginstrusikan peningkatan pengamanan dan kewaspadaan kewaspadaan masing masing Mapolsek dan Mapolres Jember.

Menurutnya, saat ini polisi menjadi target serangan para teroris, sehingga sangat penting anggota polres jember untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Kami tidak ingin kejadian penyerangan polisi di  Jawa Tengah dan Sumatera Utara terjadi di Jember” ujar AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH.

Peningkatan kewaspadaan polisi seperti diinstruksikan Kapolres Jember meliputi pertama, penembakan anggota jaga pengamanan Mako Polres dan Polsek serta Pospam dengan backup dari Brimob.

Kedua, pengaturan jaga Mako dan Pospam yang tidak lebih dari 8 jam agar kondisi anggota tetap fit, Ketiga, anggota yang melaksanakan patroli sekeliling Mako dengan buddy system dan tidak bergerombol.

Keempat, melengkapi anggota jaga denagn body vest anti peluru dan bersenjata api. Dan kelima penugasan perwira untuk pengawasan dan pengendalian anggota jaga, “itu semua untuk antisipasi untuk keselamatan polisi, dan masyarakat juga terlindungi,” jelas Kapolres Jember.

Sumber : tribratanews.polri.go.id



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2uehSL3
via IFTTT

BERSAMA PJU, KAPOLRES BOJONEGORO DAN BHAYANGKARI, BERIKAN BINGKISAN LEBARAN KE ANGGOTA JAGA POS PAM RAMADNIYA 2017.

Bojonegoro – Peduli dengan para anggotanya yang sedang berjaga memberikan pelayanan dan pengamanan kepada para pemudik serta warga masyarakat yang sedang merayakan Lebaran 1438 H, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S. Bintoro, SH., SIK., M.Si bersama Wakapolres Bojonegoro Kompol Dodon Priyambodo, SH., SIK., M.Si, para Pejabat Utama (PJU) serta Bhayangkari sambangi para anggota yang sedang berjaga di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan pada hari Selasa (27/06/2017) sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi.

Kunjungan Kapolres berserta rombongan kali ini, selain melihat langsung anggota yang sedang memberikan pengamanan dan pelayanan di lapangan, sekaligus memberikan bingkisan lebaran sebagai bentuk kepedulian para anggota yang sedang bersiaga di Pos masing – masing.

Kunjungan pertama para rombongan diawali dengan mengunjungi Pos Pengamanan yang berada di Stasiun Kereta Api Bojonegoro. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungannya dengan menyambangi Pos Pengamana di Terminal Rajekwesi Kota Bojonegoro dan dilanjutkan di Pos Pelayanan di Kantor uji KIR Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojoengoro.

Setibanya di Pos Pelayanan di Kantor uji KIR Dishub, Kapolres menyampatkan menyapa para pemudik yang sedang menikmati seduhan dari mie instan yang disediakan oleh salah satu stand yang ikut berpartisipasi memberikan pelayanan di Pos Pelayanan Operasi Ramadniya 2017 tersebut. Seusai menyapa serta berbincang dengan para pemudik, kunjungan dilanjutkan ke Pos Pengamanan yang ada di depan Polsek Padangan.

Setibanya di Pos Pengamanan depan Polsek Padangan, rombongan terlebih dahulu shalat dzuhur berjamaah di Mapolsek Padangan. Setelah Shalat jamaah, rombongan kemudian langsung menyambangi anggota yang sedang berjaga di Pos Pengamanan sekaligus memberikan bingkisan Lebaran.

“Kami ingin berbagi dengan para anggota yang sedang berjaga serta mengecek langsung keadaan Pos Ramadniya 2017”, ungkap Kapolres memberikan keterangan seusai melaksanakan sambang ke Pos Operasi Ramadniya 2017.

Selain itu juga saat menyambangi para anggota yang berada di Pos, Kapolres juga memberikan semangat kepada para anggota yang sedang bertugas serta memberikan arahan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan akan adanya aksi teror yang saat ini sedang banyak terjadi penyerangan terhadap anggota yang sedang bertugas dilapangan dan pada saat berjaga jangan tidur.

“Laksanakan dengan ikhlas tugas kita dan jadikan sebagai ladang ibadah menambah pahala bagi kita”, tutup Kapolres memberikan semangat kepada anggota yang sedang berjaga.



from DETIK INDONESIA NEWS http://ift.tt/2tSjRFJ
via IFTTT